Hari sabtu, tak ada aktivitas perkantoran apapun. Namun, bagi Cempaka dia harus tetap memasak agar ada orang yang mau membeli, dia berpikir mungkin saja hari ini Akbar tak membeli masakannya karena Akbar tidak ke kantor alias akhir pekan. Namun, setelah dia melihat rumah yang satu bulan lalu pernah dimasuki di depannya, Cempaka mulai berpikir, apakah pacarnya itu mengawasinya dalam menjual masakannya secara online? ataukah ini hanya kebetulan saja? Itu adalah rumah dari Akbar, pria yang sudah menjadi kekasihnya. Hati Cempaka bertanya-tanya namun dia berusaha untuk menahannya. Pintu terbuka dan Akbar keluar dari rumah. Dia sendiri yang menjemput pacarnya yang berdiri membeo di depan rumahnya. "Ayo masuk," ujar Akbar. Cempaka terlihat agak ragu, dia bertanya, "Abang Akbar teh tidak pergi

