Brak! Sekretaris Anita yang berada di luar ruang kerja Anita melihat dengan tatapan takut dan penasaran ke arah pintu kerja Anita yang tertutup. Ada beberapa bunyi lemparan barang yang dia dengar. Sepertinya memang benar apa yang dia lihat saat atasannya itu masuk ke ruang kerjanya, sedang marah. Mata atasannya terlihat merah menahan sesuatu, mungkin ada yang membuat atasannya itu marah. Sekretaris Anita saling menatap dengan Sekretaris Luhut. "Mau makan siang?" tanya sekretaris Luhut. Sekretaris Anita menggeleng pelan lalu membalas, "Jika ada sesuatu yang dibutuhkan oleh Ibu Anita dan aku tidak ada, maka nanti akan menjadi masalah." Sekretaris Luhut mengangguk mengerti. Beberapa orang mulai naik ke lift untuk pergi mencari makan siang sekaligus beristirahat sejenak dari pekerjaan

