Aku dalam kondisi sadar, hanya saja tidak mampu menggerakkan tubuhku. Aku memperhatikan sekeliling, ada wajah-wajah yang aku kenali, ada juga yang tidak. Tapi aku tidak melihat wajah ibuku. Bulir-bulir air mata menetas di sudut mataku, ketika mengingat setiap tragedi yang baru saja aku alami. Bayangan ibu terlihat dengan jelas. Tentang bagaimana ia melindungi dan melawan kedua lelaki biadab itum Ternyata aku salah menilai ibu selama ini. Dalam kesendirian, aku memejamkan mata dan mengingat kembali masa dimana aku masih kanak-kanak dulu. Aku terbayang kenakalanku, manjaku, bodohku, tangisku, tapi ibu tetap memanggilku sayang. Bagaimana mungkin selama ini aku berfikir jika beliau tidak mencintai aku lagi, hanya karena aku merasa kurang diperhatikan, kurang disayang, kurang dimanja. Bukan

