"Sudah saatnya kamu mulai menentukan untuk susunan dalam masa pemerintahanmu kelak, Seo. Ayah ingin melihat pilihan terbaikmu yang pastinya akan sangat luar biasa kelak. Yah— setidaknya sebelum kerajaan ini akan berakhir setelah kamu turun nantinya."
Kalimat akhir dalam ucapan sang ayah membuat hati Seo marasa sakit. Ia tidak tega bilamana harus mengetahui bahwa tidak akan ada lagi penerus sah dalam darah bangsawan sesungguhnya yang akan menjadi raja berikutnya. Karena syarat menjadi seorang raja di sini adalah merupakan keturunan asli dari raja sebelumnya.
Tidak mungkin kerajaan ini akan diserahkan kekuasaannya pada para humanoid. Mereka dipekerjakan, bukan untuk menjadi seorang pemimpin di sana.
"Nanti dulu, Ayah. Saya ingin menyusunnya dengan sangat rapi tanpa adanya cela bagi para pendusta bisa masuk dalam sisi terdekatku kelak. Saya sudah merancang sedikit demi sedikit apa yang akan saya perbuat selama masa jabatan saya kelak sebagai seorang raja. Ya.. wakaupun untuk pertama dan terakhir kali seorang raja akan hidup sendirian tanpa didampingi oleh Ratu-nya." Seo tersenyum miris pada dirinya sendiri. Kesepian lebih tepatnya.
Di saat ia banyak membaca kisah perjodohan raja jaman dahulu dengan ratu mereka, Seo iri. Pada akhirnya ia tidak bisa merasakan itu semua, ia pasti akan hidup tanpa mengerti dan pahan apa arti seorang pasangan yang akan mendampinginya kelak.