BAB 5 | KELAHIRAN PANGERAN

1500 Kata
1800 tahun kemudian Dunia sudah banyak berubah dengan pesat. Para kumpulan ilmuwan di laboratorium, bangsawan di kerajaan serta manusia-manusia biasa yang hidup dalam satu naungan. Kota sudah berubah dengan penuh cipta teknologi modern, lebih canggih dengan berbagai ide yang dikembangkan dan pengembangan penemuan yang sudah ada. Jika dipikir, dunia menjadi aneh ketika canggihnya teknologi berada di bawah naungan sistem kerajaan monarki yang dipimpin oleh satu raja mutlak kepada hampir di seluruh wilayah bumi ini. Namun, indahnya yang terjadi sekarang tidak mengubah pahit kenyataan yang harus diterima dan dipikul orang-orang ketika mereka tahu bahwa dunia semakin tidak baik-baik saja oleh bencana alam yang lebih buruk daripada gunung api meletus ditambah tsunami hebat yang bisa meratakan seluruh manusia di muka bumi ini. Kutukan itu masih terjadi, hingga detik ini. Tak ada yang bisa mematahkan kutukan seorang ayah yang kehilangan putri tercintanya, menyebabkan hampir seluruh dunia yang semula berwarna-warni dan dominan emas berubah menjadi abu kelam. Raja Guan tak bersalah pun harus kehilangan putranya namun ia tak merasa bersalah telah menghancurkan kehormatan seorang putri berharga milik wilayah Shiewook dan membuat putri tersebut bunuh diri serta meninggalkan sang tunangan yang dendam akan kehilangan orang yang dicintainya. Wilayah Leonword masih berkembang. Daratan bernama asia yang menyatu dengan Eropa dan Afrika menjadi wilayah mutlak milik Leonword, sementara Amerika menjadi bagian dari pemerintahan Amerika dan dipimpin oleh presiden. Namun, tak memandang wilayah, seluruh dunia merupakan bagian dari keturunan Leonword yang hebat berdarah kaya raya. Bahkan Amerika sekalipun. Setiap darah Leonword kini rasanya bersifat racun, orang-orang mulai membenci kenyataan bahwa diri mereka adalah sang keturunan tersebut. Sementara, keturunan Shiewook asli sudah tidak ada‐--hampir. Kerajaan Mandes sedang menutup rapat kelahiran putra mahkota mereka yang lahir hari ini. Tepat ketika matahari ada ditengah-tengah, dua sosok pedang kerajaan lahir, bersamaan dengan satu nyawa yang telah hilang setelah perjuangan panjangnya. Berulang kali usaha mereka, kali ini raja tidak mungkin akan melakukan hal yang sama setiap dua tahun sekali; membunuh anak-anaknya. Ia tengah berduka namun ia tak bisa melanggar janji pada mendiang sang istri yang ingin anak mereka tumbuh menjadi pewaris kerajaan meskipun yang lahir tidak sesuai dengan keinginan raja itu sendiri. "Ratu Marabella telah tiada, Yang Mulia. Jenazahnya akan dikremasikan secepat mungkin setelah keluarga kerajaan datang. Dan putra-putra anda juga akan menjalani upacara mandi suci di dekat jenazah sang ibu sebelum jenazahnya dikremasi," kata penasihat kerajaan yang berada tepat di belakang Raja Loo. "Bunuh salah satu diantara anak itu," titah Raja Loo yang membuat sang penasihat terkejut meskipun hal ini tidak terjadi sekali dua kali saja. "Kutukan dunia sudah membuatku berat memikul tanggung jawab ini. Apa kata rakyat kalau aku menghasilkan keturunan laki-laki dan bukan seorang putri yang ditunggu-tunggu oleh mereka. Aku bisa memalsukan kematian anak-anakku sebelumnya, karena janji yang kubuat dengan ratu, mana aku akan biarkan mereka-salah satu diantaranya hidup." "Rajaku ... bukankah terlalu kejam untuk kembali menumpahkan darah di istana ini? Maksudku, salah satu pangeran bisa kita berikan ke pelayan atau prajurit kita," Sebisa mungkin sang penasihat mencegah agar Raja Loo tidak membunuh anak terakhirnya sendiri. "Kita bisa membiarkannya hidup saja, bukan? Raja‐--" "Penasihat Dhe, buang saja salah satu dari anak-anakku ke dalam hutan di dekat kerajaan. Kalaupun dia hidup atau mati, tidak ada bedanya untukku. Aku hanya ingin mengurangi jumlah laki-laki di dunia ini saja," jelas Raja Loo yang diambang frustasi karena tidak tau lagi harus berbuat apa. Cara inilah satu-satunya yang bisa ia lakukan. Kejam adalah cara yang tepat untuk menyelamatkan umat manusia secara keseluruhan. "Jangan anggap aku ini adalah monster, aku hanya melakukannya demi kebaikan rakyat saja. Kutukan ini belum berakhir, maka selamanya dunia hanya ada kaum adam." Jika nantinya ia adalah raja terakhir yang memimpin di daratan bumi ini, belum tentu juga presiden bagian Amerika akan bisa menyelamatkan populasi yang dicari-cari. Wanita dimuka bumi hanya tersisa lima saja, dan satu diantara mereka sudah dinyatakan meninggal yaitu Ratu Marabella. Sesuai titah yang diperintahkan karena tak ada bantahan dari penasihat Dhe, dirinya akhirnya mengambil salah satu dari anak kembar tak terlalu identik tersebut untuk dibawa ke hutan. Ia menatap sedu pada bayi tak berdosa dan baru saja ditinggal selamanya oleh sang ibu. Mau bagaimana lagi? Perintah dan tuntutan tak bisa dihindarkan. Walau tahu bahwa nasib bayi kembar itu akan berbeda, Dhe berharap kalau anak yang dibuang ini tetap akan bernasib baik suatu saat nanti jika hidup dan tumbuh bersama orang lain nanti. Hanya dibedong dengan kain seadanya, bahkan terlampau sederhana bagi seorang anak raja. Berharap bahwa memang tak ada seorang pun yang bisa mengenali bayi tersebut. Dengan mengendarai kuda, Penasihat Dhe membawanya ditemani oleh dua pengawal kepercayaan. Ia menutupinya rapat-rapat supaya tidak ada yang tahu akan hal ini. Di hutan dekat kerajaan yang nyaris berisi kegelapan itu, Penasihat Dhe meletakan sang pangeran di dekat sebuah pohon. Tangisan bayi itu sempat membuatnya tak tega, namun ia segera melajukan kudanya untuk keluar dari hutan juga dikenal cukup angker itu. Siapapun yang mendengarnya dari luar akan menganggap kalau itu hanyalah suara ilusi yang diciptakan oleh hutan itu sendiri. Lebih baik jika memang ada werewolf atau vampire yang memakannya daripada dibiarkan mati karena kelaparan. Bayi itu bahkan belum merasakan minum ASI sang ibu atau mendapatkan minuman yang juga jadi makanannya tersebut. Ngomong-ngomong, memang sudah se-modern itupun, dunia ini juga berdampingan dengan makhluk imortal seperti vampire dan werewolf walau mereka tidak sepenuhnya abadi. Saling bekerja sama dan mencoba menstabilkan dunia yang kacau balau. Hanya saja dengan kesepakatan antara para petinggi hukum manusia dengan mereka sudah dibuat kesepakatan bersama. Bahkan terkait jika ada wanita dari klan vampire dan werewolf tersebut, tidak menutup kemungkinan bahwa mereka yang juga pada awalnya rakyat dari Leonword di kehidupan sebelumnya akan mendapatkan kutukan serupa. Kembali lagi, tangisan anak itu terhenti. Bayangan seseorang yang masuk ke dalam hutan tersebut lalu mengambil anak tersebut dan membawanya keluar dari hutan yang mengerikan tersebut. Ia tersenyum, sangat tipis. Lantas, bayi tersebut bukanlah hal yang terlalu istimewa baginya namun cukup membuat ia yakin bisa membuat anak tersebut menjadi penerusnya kelak setelah ia merupakan salah satu bagian kelompok pencurian di distrik 1. "Mulai sekarang kamu jadi anakku, darimana pun asalmu, entah bangsawan atau rakyat biasa, aku akan membesarkanmu selayaknya sebagai seorang pencuri handal. Bersiaplah," katanya lalu ia gesit berjalan dari sana kemudian meninggalkan sebuah pisau tertancam di dalam tanah. Daripada harus menyerahkan anak tersebut ke kawanan vampire atau werewolf yang masih haus darah, lebih baik membawanya dan menjadikannya sebagai sebuah keuntungan pribadi, bukan? Lagipula, jika masalah perawatan, ia bisa menyerahkannya kepada robot wanita yang jadi pelayanannya yang tersisa lima tahun lagi daya kemampuan robot itu melayaninya, karena setelah itu robot itu akan ia rusak dan ia sendiri akan mengurus segala kebutuhan, untuk dirinya sendiri dan anak barunya. Lovaroz, nama pencuri itu juga akan disematkan di nama anak tersebut. Untuk nama depannya, ia akan memikirkannya nanti. Sekarang, penting baginya memberikan sang anak nutrisi pertama karena terlihat anaknya tidak diberi asupan. "Manusia sekarang memang gila. Entah sampai kapankah kutukan ini akan berakhir, tapi yang jelas bahwa rasa kemanusiaan mereka sudah semakin memudar saja. Ternyata, dibalik majunya teknologi ini, semua tidak banyak berubah ya. Dunia semakin aneh, aku hanya bersyukur mencari komplotan pencuri saja daripada menjadi pejabat dan ilmuan gila penemuan dan harta. Ck, aku benci jadi dianggap penjahat padahal mereka juga penjahat sekaligus penjilat pada rakyat." Lovaroz tidak paham kenapa jalan dunia yang aneh dan semakin aneh ini harus dikuasai pada keegoisan pemerintah. Yeah, sisi baik pemerintah akhir-akhir ini adalab mensubsidikan beberapa dana ke rakyat sebagai upaya pemenuhan kebutuhan sekaligus penanganan kaum miskin yang tinggal di daerah perbatasan. Tidak bisa disebut miskin juga jika memiliki rumah 3 lantai dan minimal satu lahan perkebunan sebagai aset. Perbedaannya antara si kaya dan si miskin ada pada letak seberapa banyak robot dan pemenuhan kebutuhan sehari-hari mereka dengan rata-rata jumlah pengeluaran yang dikeluarkan untuk membeli makanan dan kebutuhan lainnya. Intinya, walaupun perumahan mewah dan kebutuhan lengkap sudah terpenuhi, tidak bisa menjadikan semua orang memiliki pekerjaan sebagai petani modern ataupun minimal pengusaha. Pencuri juga masuk ke dalam pekerjaan yang cukup banyak dilakukan, entah pencuri dengan berbagai tujuan pencurian yang dituju adalah mencuri barang bangsawan atau mencuri barang kerajaan sebagai kasta tertinggi di dalam tahta dunia. Mereka tidak suka mencuri para harta peneliti, katanya bau obat-obatan dan cairan aneh selalu ada dan akan menonjol jika tahu itu adalah barang hasil mencuri rumah peneliti. Tentu saja, bermain dengan aman adalah opsi yang tepat daripada mendekam di dalam penjara karena hukuman sekarang cukup berat dan lebih menyakitkan daripada hukuman mati. Pencuri selalu berprinsip bahwa mereka lebih baik mati tidak makan daripada mati disiksa di dalam penjara khusus para pencuri buronan. Sebagai bentuk formulasi yang terbentuk seadanya, Lovaroz ingin anaknya kelak menjadi pencuri hebat dan bisa berhasil mencuri mahkota langka milik kerajaan yang sudah lama kakek buyutnya incar. Ia dan keluarganya tidak kapok-kapoknya mencuri barang itu meskipun berulang kali selalu hampir tertangkap oleh prajurit dan disidang, namun pasti dirinya berhasil lolos. Toh, buronan prajurit tau berarti ia akan diadu oleh rakyat di tempat tinggal sekitarnya, mereka justru mendukung karena Lovaroz sering membantu mereka dan selalu ringan tangan pada siapapun tanpa pandang bulu, anak kecil hingga para lansia dan para robot serta transgender
Bacaan gratis untuk pengguna baru
Pindai untuk mengunduh app
Facebookexpand_more
  • author-avatar
    Penulis
  • chap_listDaftar Isi
  • likeTAMBAHKAN