BEAUTIFUL MARRIAGE
Lead female : Jungkook x cheon
Episode : 6
Serentak beberapa orang anak berandalan itupun menghampiri jungkook yang seketika duduk disalah satu motor mereka dengan tenangnya.
" Kau siapa?" Ucap salah satu dari mereka sambil menatap geram kearah Jungkook.
" Aku? Tentu saja orang paling tampan didunia." Ucap jungkook sambil terkekeh membuat mereka terheran.
" Ngelawak ni orang." Ucap salah satu berandalan sambil menatap tajam wajah Jungkook.
" Lagipula kenapa kalian tidak mencari hobby baru selain mengganggu wanita sih? Kurang kerjaan aja!" Ucap jungkook ketus.
" Apa urusanmu dengan wanita ini? Kau kekasihnya" Ucap satu berandalan sambil menunjuk pada Kyung he.
" Iya!!"
Deug~
Seketika kau dan Kyung he pun terkejut mendengar jawaban Jungkook.
" iYaaaaakk tentu saja bukan, Aku sudah beristri dan istriku sedang duduk manis disana!" Ucap jungkook sambil melirik kearahmu dan tersenyum dari kejauhan.
Mereka pun terheran heran pada sikap Jungkook yang tenang dari tadi, padahal dihadapannya adalah perampok.
" Yaakk babby. Muacchhhh????" teriak Jungkook sambil menerbangkan flying kiss ala nya kepadamu.
Didalam mobil, kau hanya terdiam sambil menghela nafas beratmu heran dengan tingkah suamimu yang terkesan malah curhat pada beberapa berandalan tersebut.
" Aisss oppa, Bisa tidak kau lebih serius sedikit." Gumam mu dari dalam mobil sambil menatap Jungkook yang masih tersenyum dan menunjukan finger heartnya.
Sementara disaat mendengar jungkook sudah beristri, Kyung he langsung melirik kearahmu yang sedang memerhatikan kearah mereka.
" Ahhh aku akan langsung kepada intinya saja, kau ingin uang kan? Kalo begitu R*mpok aku." Ucap jungkook sambil menatap tajam pada berandalan tersebut.
Mendengar jungkook sendiri yang ingin dir*mpok secara langsung, mereka bukannya senang namun cenderung heran dengan sikap Jungkook yang sedari tadi hanya bercanda.
" Lalu apakah aku boleh mengambil mobilmu yang terlihat sangat mewah itu?" Ucap mereka sambil tertawa licik membuat Jungkook mengangguk sambil menyilang kan kedua tangannya.
" Ambil saja, kebetulan dirumah aku masih punya empat!" Ucap jungkook dengan singkat membuat semua orang terkejut.
Semua per*mpok itu pun mulai saling menatap satu sama lain.
" Baiklah jika begitu aku akan langsung membawa mobilmu, tak akan aku lupakan juga bahwa aku akan membawa istrimu." ucap salah satu berandalan membuat Jungkook tersenyum mengepalkan tangannya kemudian meraih bahu berandalan tersebut.
" Kecuali itu." Ucap Jungkook dengan cepat langsung membalikan tubuh pria tersebut kemudian meninju perutnya.
Bruakkkkk ~
Pria tersebut langsung terjatuh keaspal dengan ringisnya yang nampak kesakitan.
" Arrrrghhhhhh sttttt" ringisnya sambil memegangi perutnya.
" Dikasih jantung malah minta p****t, dikasih mobil malah minta sama istriku juga. Kau tahu aku tidak akan membiarkan kalian memiliki keduanya sekarang. Ayo sini Pilih mana kanan rumah sakit .. kiri kuburan." Ucap jungkook dengan kesal sambil menunjukan kedua kepalan tangannya karena mereka bilang akan membawamu juga.
Melihat Jungkook memukul orang, kau dan Kyung he pun terkejut bukan main. Kyung he berusaha untuk menghampiri Jungkook yang sedang berk*lahi.
Namun kau keluar dari mobil dan memerhatikan jungkook dari jauh dengan rasa cemas karena berandalan tersebut membawa benda tajam.
" Oppa apa yang kau lakukan? Bukannya kau tidak perlu ribut seperti ini." Ucapmu cemas sambil menggigit jari jempolmu.
Hal tersebut juga membuat Kyung he berada diposisi yang serba salah. Berniat untuk mendekati Jungkook, namun disisi lain dia juga tahu jungkook sudah mempunyai istri.
Beberapa orang berandalan itupun langsung kesal dengan ucapan angkuh jungkook, tanpa basa basi mereka pun mengayunkan senjata tajam kearah Jungkook dan berusaha untuk menc*lakainya.
" Oppaaa!" Jeritmu dengan khawatir membuat Jungkook terkejut lalu dengan sigap menghindari serta menangkis pergerakan para berandalan yang mulai mengkeyokinya.
Perk*lahian pun tak bisa dihindari, akhirnya mau tidak mau Jungkook harus melawan mereka dengan tangan kosong.
S
K
I
P
Beberapa saat kemudian jungkook pun mampu mengalahkan ke 4 berandalan tersebut dengan kemampuan bela dirinya.
Mereka pun tampak babak belur oleh pergelangan tangan jungkook, sedangkan ia sendiri tidak dipungkiri sempat terkena pukulan mereka dibibirnya hingga mengeluarkan sedikit darah.
" Haaaaaaa." Suara nafas berat jungkook sambil menatap mereka ber4.
Namun satu diantaranya masih menatap kehadiranmu kemudian dengan cepat berlari menghampirimu.
Jungkook terkejut seketika melihat orang itu menjadikanmu Sandera untuk mengalahkan jungkook dengan mengarahkan sebuah pisau tajam kelehermu.
Geup!
" Jangan bergerak atau aku putuskan leher istrimu!"
" OO... Oopaaa,!!!" Lirihmu dengan semua anggota tubuh yang gemetar membuat Jungkook terkejut lalu berjalan mendekati kalian berdua.
" Jangan mendekat atau aku akan memutuskan lehernya sekarang juga!" Ucap orang itu sambil sedikit menggesek pisau itu hingga lehermu sedikit terluka dan mengeluarkan darah.
" Jangan berani berani melukai istriku atau kau tidak akan bisa menahan kemarahanku." Ucap jungkook sambil melotot geram kepada orang itu dengan tangan yang masih terkepal kuat.
" Oppa tolong aku. Ak... Aku takut,.. hikssss." Ucapmu sambil menitikan air mata dan tangan yang menahan tangan orang itu dengan gemetar.
Melihatmu berdiri ketakutan seperti itu, seokjin menjadi semakin geram, apalagi menatap lehermu yang terluka satu goresan benda tajam itu.
" Aku berjanji akan memberikan apapun yang kau mau, Asal kau lepaskan dulu istriku." Ucap Jungkook sambil berjalan perlahan mendekati mereka berdua.
" Kau berbohong, beberapa waktu lalu kau berkata tidak akan membiarkan kami mendapatkannya. Berhenti disana atau aku akan...." Ucap orang itu sambil berjalan mundur bersamamu jungkook dengan cemasnya menatap wajahmu yang masih menangis.
" Aku akan memberi kan apapun. Cepat lepaskan istriku!" Ucap Jungkook dengan nada gemetar takut mereka menyakitimu.
Kemudian Jungkook memberikan isyarat kepadamu untuk segera menginjak kaki pria tersebut.
" Ayolah sayang kau pasti mengerti maksudku. Injak kakinya lalu berlarilah kepadaku." Ucap jungkook dalam hati sambil menatap pada kaki orang itu kemudian menamprakan tangannya.
" Oppa apa maksudmu oppa? aku harus lari padamu?" Ucapmu dalam hati sambil menatap kaki pria tersebut.
" Ayolah percaya pada ku, Kau akan baik baik saja. ada aku!" Ucap Jungkook dalam hati terus memasang kode keras untukmu.
Akhirnya kau pun mengerti dan dengan sekuat tenaga menginjak kaki pria tersebut hingga meringis kesakitan dan melepaskanmu.
Melihat itu Jungkook pun langsung menarik tanganmu kemudian mendekapnya erat namun sebelum itu pria tersebut dengan cepat melayangkan pisaunya kearah punggungmu untuk melukaimu.
Kreuttttttt ...
Kau pun terkejut dan langsung memejamkan matanya karena takut dan terlalu gemetar dipelukan Jungkook.
Clakkk... Clakkkk .. clakkk
Darah segar pun bercucuran, namun bukan berasal dari punggung mu melainkan dari tangan jungkook yang dengan sengaja mengepalkan dan menggenggam erat pisau Tersebut.
" Haaa." Ucap pria itu yang terkejut dan langsung menjatuhkan pisau yang dia pegang kemudian menatap Jungkook yang mulai lebih geram kepada-nya.
" Kau tahu, Memb*nuh adalah kemampuanku yang tidak pernah kupakai selama ini. Pergi atau jangan pernah berharap bisa menikmati hari besok." Ucap Jungkook membuat tubuh ke4 berandalan itu gemetar lalu mereka pun langsung berlarian menghindari kemarahan Jungkook.
Diwaktu yang bersamaan, ternyata Jimin sedang melewati jalan yang dilalui jungkook Tiba tiba dia menghentikan laju mobilnya karena heran melihat mobil jungkook terparkir dijalan sembarangan.
" Loh itu bukannya mobil jungkook? Tapi sedang apa dia disini?" Ucap Jimin kemudian melepaskan sabuk pengamannya lalu membuka pintu dan menghampiri jungkook yang sedang memelukmu.
" Sudah sudah .. mereka sudah pergi. Kau baik baik saja chagii, jangan takut." Ucap Jungkook sambil menepuk nepuk punggungmu yang masih gemetar dengan tangan kirinya karena tangan kanannya terluka cukup dalam.
Kau pun perlahan membuka matamu lalu menatap jungkook sambil menangis.
" Hikssss???? aku takut oppa,!!!" Ucapmu dengan cemasnya membuat Jungkook tersenyum.
" Ya aku tahu kau takut, kajja kita pergi dari sini." Ucap jungkook sambil menuntun tanganmu dengan tangan kirinya.
Namun kau melirik tangan kanannya yang ternyata terluka karena menahan pisau untukmu.
" Oppa, tanganmu." Ucapmu sambil memegangi tangan Jungkook yang terluka.
Jimin pun menghampiri mereka dan melihat apa yang telah dia lewatkan.
" Hyung apa yang terjadi?" Ucap Jimin cemas karena melihat tangan jungkook terluka.
" Ahh ini, biasalah orang orang kurang kerjaan. Tapi untung saja landak afrika ini tidak kenapa Napa." Ucap Jungkook sambil membelai rambut mu dengan lembut.
" Oppa, Kau terluka karena aku. Pasti ini rasanya menyakitkan," ucapmu sambil menangis membuat Jungkook Tersenyum dan menatap wajahmu dengan lembut.
" Siapa bilang aku begini bukan karena menolongmu. Aku melakukannya untuk menolong diriku sendiri." Ucap jungkook sambil tersenyum manja padamu.
" Oppa tetap saja ini ~." Ucapmu terhenti karena Jungkook memotongnya.
" Sebab jika kau yang terluka hatiku yang sakit. Jika kau yang terluka, aku juga akan sakit. Jadi aku melakukan ini untuk hatiku dan perasaan ku. Sudah ya jangan nangis lagi." Ucap jungkook sambil menyeka air matamu dengan lembut.
Tak lama kemudian Kyung he pun datang menghampiri mereka bertiga.
" Tuan maaf ini semua terjadi karena aku." Ucap Kyung he sambil menunduk.
" Yaa kau tahu itu? Lain kali jika ingin diganggu para berandalan jangan pas waktu aku melalui jalan ini. Aku yang repot karena harus menolongmu. Jika bukan karena istriku mana mau aku repot mengurus hal hal seperti ini." ucap jungkook membuatmu menyentuh dadanya jungkook dengan lembut.
" Oppa kau jangan berkata begitu!" Ucapmu menenangkan Jungkook yang sedang kesal.
" Lohh lohh inikah wanita yang kita temui dikanada?" Ucap Jimin dalam hati sambil menatap wajah Kyung he.
" Mianhae tuan, saya sangat menyesal. saya juga tidak ingin semua ini terjadi." Ucap Kyung he sambil menangis membuat Jungkook semakin malas berhadapan dengannya.
" Kajja chagii, kita pergi dari sini. obati aku, ini sudah sangat perih." Ucap jungkook sambil menyentuh tanganmu.
" Tuan sebelumnya kau juga sudah menolongku, kali ini kau juga menolongku. Terimaksih." Ucap Kyung he membuat langkahmu dan Jungkook terhenti kemudian berbalik dan menatapnya.
" Tunggu. Kapan aku pernah menolongmu?" Ucap jungkook dengan heran karena benar benar lupa dengan Kyung he.
" Iniloh, Dia Kyung he manusia yang kau beli beberapa hari lalu." Ucap Jimin sebari berbisik pada Jungkook, namun tetap saja kau dapat mendengarnya.
" Kyung he? Jadi ini Lee Kyung he?" Ucapmu dalam hati sambil menatap wajah cantik Kyung he.
" Oh dia, Tauahhh aku lupa, kajja chagii." Ucap jungkook yang kemudian menuntunmu menuju pada mobil mereka.
Sementara Jimin masih menatap Kyung he yang sedang menatap jungkook bersama denganmu.
" Sungguh pasangan yang sangat serasi, seandainya aku bisa berada disana menggantikan posisi nona itu." Ucap Kyung he dalam hati membuat Jimin berjalan perlahan dan mendekati Kyung he.
"Jangan pernah bermimpi mendapatkan apa yang bukan seharusnya menjadi milikmu,! Kau dan nona cheon tidak bisa dibandingkan. Jadi mana bisa kau menggantikan posisinya." ucap Jimin ketus sambil tersenyum licik lalu berjalan melewati Lee Kyung he.
" Maaf tuan, kenapa kau berkata begitu padaku? Aku bahkan baru pertama kali berbincang denganmu, tapi kenapa perasaanku mengatakan bahwa kau telah membenciku?" Ucap Kyung he dengan lemah lembut.
" Aku tidak tahu ini penyakit atau apa, yang jelas aku selalu membenci siapapun yang ingin aku benci. sayangnya kau juga masuk kedalam daftarku, Wanita yang menjual dirinya sendiri tentu saja bukan wanita baik baik kan? kau harus tahu bahwa aku bukanlah jungkook. aku faham betul apa yang ada dipikiranmu." Ucap jimin kemudian pergi meninggalkan Kyung he sendiri dengan diam diam mengepalkan tangannya menatap geram pada Jimin.
To be continued ..