CHAPTER TWENTY THREE

1904 Kata

Daren menghentikan mobilnya di depan gedung bahasa. Dalam hati Sily merutuki dirinya. Ia buru-buru turun lalu mengucapkan terima kasih. "Makasih udah antar saya, Dok." "Perlu saya tungguin?" "Enggak usah!" kata Sily cepat. Daren mengangguk pelan, lalu meremas stirnya dengan wajah menunduk. Sily melirik jam tangannya. Lewat 3 menit. Sily tidak mungkin berlari ke gedung kedokteran sekarang. "Dokter buruan pulang, deh. Lagian gak boleh parkir di sini nanti di omelin." Daren menatap Sily sebentar lalu melajukan mobilnya. Sily menunggu sampai mobil Daren keluar gerbang. Untung saja gedung kedokteran ada di belakang gedung bahasa. Gadis itu berlari dengan cepat. Beruntungnya ia masih diberi keringanan dan diperbolehkan masuk. Setelah dua jam mengisi soal test, Sily menghela napas lega. Semo

Bacaan gratis untuk pengguna baru
Pindai untuk mengunduh app
Facebookexpand_more
  • author-avatar
    Penulis
  • chap_listDaftar Isi
  • likeTAMBAHKAN