bc

Mencintai Dalam Diam

book_age4+
8
IKUTI
1K
BACA
drama
tragedy
sweet
humorous
mystery
like
intro-logo
Uraian

Anna yang baru saja masuk SMA merasa senang karena bisa mendapatkan kelas yang terbaik. Tetapi saat tiba-tiba masuk kekelas ia di hadang oleh para lelaki. Shiv datang dan menghajar semua lelaki yang tadi menggangu Anna. Melihat hal itu Anna jatuh cinta padanya. Suatu hari saat ingin mengungkapkan rasa cintanya pada Shiv. Ia terkejut melihat Shiv bersama seorang wanita dan Shiv memeluk tubuh wanita itu.

Ia melihat sepertinya wanita itu adalah sahabatnya sendiri. Ia merasa ingin balas dendam pada sahabatnya. Tetapi tidak mungkin sahabat mengkhianati dia.

Siapakah wanita itu?Apa itu benar sahabatnya?Apa Anna akan balas dendam?

Yuk baca Di sini.

chap-preview
Pratinjau gratis
Hai Aku Anna Nata Arama dan Shiv Nuasa
Hari pertama masuk sekolah Anna sangat sibuk mempersiapkan dirinya. Dia lupa bahwa hari ini adalah hari pertama dia menjadi siswa kelas 10 di sekolah SMA 1 Nusantara. SMA 1 Nusantara adalah sekolah terkenal di Jakarta. "Aduh Dimana ya dasiku?" tanya Anna sambil tergesa-gesa membongkar laci-laci di kamarnya. Lalu adiknya Maura juga yang baru masuk SMP melihat kakaknya yang menghancurkan kamarnya sendiri. "Oh my God Apa yang terjadi padamu kak?" tanya Maura hingga membuat kakaknya Anna terkejut. "Maura Apa yang kau lakukan kau mengejutkanku?" Tanya Anna kembali sambil mengatur napas. "Apa Kakak sedang mencari sesuatu?" sekali lagi tanya Maura. "Iya." Jawab Anna singkat sambil mengulang apa yang sebelumnya ia lakukan. "Oh kalau begitu aku pergi dulu ya." Ucap Maura membalik tubuhnya dan keluar dari kamar kakaknya dengan lemas. "Wah akhirnya dapat juga terima kasih ya Tuhan." Kata Anna sambil mengucap syukur kepada yang maha kuasa. "Ternyata kakak anna juga sedang mencari sesuatu." Ucap Maura lemas dan melangkah pergi Lalu Anna pergi ke kaca ya yang menempel di lemarinya. Ia memasangkan dasinya ke dan merekatkan kedalam bajunya. Setelah selesai memasang dasinya ia keluar dari kamarnya dan melangkah melewati tangga. "Ibu selamat pagi." Sapa Anna bahagia "Selamat pagi Anna, kamu sudah siap yuk makan." Ajak Ibu Anna. "Baik bu." Jawab Anna menuju meja makan. Lalu Maura juga datang ingin serapan "Selamat pagi Bu, selamat pagi kak." Sapa Maura gembira "Ini sarapanmu Maura." kata ibunya menyerahkan serapan Maura "Terima kasih Bu." Ucap Maura mengambil piring dari tangan ibunya. Lalu mereka makan 5 menit kemudian dari tangga "Huah(uap pagi)...." Datang dari ayah. "Selamat pagi anak-anakku." Sapa ayah mereka "Selamat pagi ayah." Jawab Anna dan Maura bersamaan. "Dimana Yusuf?" Tanya ayah bingung dan memandangi sekelilingnya. "Aku tidak tahu." Jawab Maura kembali mengunyah "Mungkin dia masih di kamarnya." Sahut Anna memandang ayahnya. Tiba-tiba terdengar suara dari lantai atas. Suara itu adalah suara detakan dari setiap langkah Yusuf Biara Arama Kakak laki-laki/Abang Anna dan Maura. "Hah...itu dia sih jagoan," kata ayah menunjuk pada Yusuf "pagi jagoan." "Pagi Ayah, pagi ibu, pagi Anna Maura." Sapa Yusuf sambil menyusuri setiap langkah di anak tangga. "Pagi bang Yusuf." Jawab Anna dan Maura bersamaan. "Ibu dimana serapanku?" Tanya Yusuf memandangi serapan yang tersedia dimeja. "Ini dia makan yang banyak." Pinta ibunya sambil menyerahkan serapan itu pada Yusuf. "Terima kasih buk." Kata Yusuf menerima serapan itu dari tangan ibunya. "Serapan ayah ada nggak?" Tanya ayah merayu. "Oh, maaf pa dah habis." Geledek Maura "Alamak." Ucap ayah "Hihihi...canda ayah." Tawa Maura. "Ih kamu ni Maura suka banget deh ngeledek-in ayah." Kata Ayah sambil menuju ke meja makan yang sedari hanya berdiri di tangga memandangi keluarganya. "Ini ayah serapannya." Ucap ibu sambil menyodorkan sebuah piring yang berisi lauk pagi hari ini. " Wah wangi banget Bu." Puji ayah sambil menghirup aroma sedap dari makanan yang baru saja ia terima dari tangan ibu. "Ya iyalah namanya masakan ibu Yusuf, Anna, dan Maura." Sahut Yusuf "Bener bang." Kata Anna dan Maura bersamaan sambil menyedorkan jempolnya. "Yaudah yuk makan." Ajak ibu. "Serapan ku sisa sedikit lagi kok." Kata Maura menunjukkan piring nya. " Wah super kilat." Puji Anna. "Fantastik," Sahut Yusuf "Aku juga sudah siap." "Ah...perasaan kau baru saja makan kok bisa secepat kilat?" Tanya Anna bingung melihat cara abangnya makan. "Kau seperti tidak kenal Abang mu, Namanya Yusuf Biara Arama." Ucap Yusuf. "Mhmh... sepertinya apa katamu benar." Jawab Anna. "Aku sekitaran 3 menit lagi aku akan siap." Kata Anna melanjutkan makan nya. "Ayo kak Anna, ayo kak Anna." Paksa Maura sambil menyoraki Anna. "Maura." Bentak ibu. Maura pun terkejut. "Nanti kalau Anna tersedak bagaimana?" Tanya ibu sambil membentak Maura. "Sudah, sudah Bu jangan buat pagi ini menjadi buruk." Nasihat ayah sambil menenangkan ibu yang sedang marah kepada Maura. "Maaf ibu." Jawab Maura menyesal. "Iya enggak masalah biar ayah yang menangani ibu mu ini, kamu berangkat saja ke sekolah." Pinta ayah. "Baik yah." Jawab Maura menyesal telah melakukan hal yang membuat ibu nya marah kepada dia. "Mhmh...aku sudah siap makan." Sahut Anna sambil berdiri dari tempat duduknya dan berjalan menuju kepada orang tuanya. "Salim bu yah." Pinta Anna pada ayah dan ibunya. Mereka dua pun bersalaman. " Ayuk kita sekarang pergi nanti kita terlambat ke sekolah." Ajak Yusuf "Baik bang." Jawab Anna dan Maura bersamaan sambil pergi meninggalkan meja makan dan pergi keluar. Setelah Yusuf selesai memakai sepatunya, Yusuf pergi menuju bagasi mobil untuk mengeluarkan mobilnya dari bagasinya. Lalu dia naik ke mobilnya dan ingin pergi. Akan tetapi, dihentikan oleh Anna "Bang tunggu." Teriaknya sambil berlari mengejar mobil Abang nya yang tadi hampir pergi melaju kejalanan "Ada apa?" Tanya Yusuf bingung melihat Anna yang berlari mengejar nya. Sejenak Anna menghela nafas panjang lalu dia naik ke mobil Abang nya "Ada apa Anna?" Tanya Abangnya melihat tingkah laku Anna. "Aku boleh numpang gak hari ini kau yang antarkan aku ke sekolahku?" Tanya Anna "Boleh, tapi kenapa dengan mobilmu?" Tanya Yusuf memandangi wajah Anna. "Hihi...aku takutnya nanti bingung mau parkir mobil dimana." Jawab Anna sambil terngingis- ngingis. "Oh ya udah nggak apa-apa nanti kalau kamu pulang gimana?" Tanya Yusuf kembali. " Jemput aja nanti aku ya." Jawab Anna. "Yaudah adikku sayang." Kata Yusuf manis. " Oh iya itu si Maura gimana ikut gak?" Tanya Yusuf. " Mhmh...aku gak tahu." Jawab Anna. "Coba tanya nanti kejar-kejar mobil lagi nanti kek kamu." Perintah Yusuf. "Ok Yusuf Arama." Jawab Anna sambil menghormat. Anna pun membuka jendela mobil itu. "Maura...." Teriak Anna kepada Maura. "Apa kak?" Tanya Maura melihat kakaknya yang memanggilnya. " Kamu mau numpang gak sama Abang atau mau naik honda sendiri." Tawar Anna. " Enggak ah kak aku mau naik honda nanti sama Putri tadi kami udah janjian." Jawab Maura. "Oh ya sudah kami pergi dulu ya." Kata Anna. " Bye." Ucap Maura. " Bye." Jawab Anna. "Dia sama Putri nanti ke sekolah." Kata Anna sambil menutup jendela mobil. " Iya aku udah dengar kok dia menolaknya." Jawab Yusuf. " Ya sudah ayo kita melaju kejalanan." Ujar Anna. Mobil pun melaju kejalanan mereka menikmati perjalanan ke sekolah Anna. Di sepanjang perjalanan hanya berapa mobil yang lewat sebab ini masih pagi. Mereka berbincang banyak hal dan tak terasa sudah sampai di sekolah Anna. " Sudah sampai." Ucap Yusuf. " Hah sudah sampai cepat sekali." Kejut Anna mendengar bahwa sudah sampai di sekolah Anna. "Ya sudah aku pergi dulu ya." Ujar Yusuf Anna pun turun dari mobil. "Bye." Kata Anna.

editor-pick
Dreame-Pilihan editor

bc

B̶u̶k̶a̶n̶ Pacar Pura-Pura

read
155.9K
bc

Hasrat Meresahkan Pria Dewasa

read
30.9K
bc

Dinikahi Karena Dendam

read
234.0K
bc

TERNODA

read
199.1K
bc

Sentuhan Semalam Sang Mafia

read
189.2K
bc

Setelah 10 Tahun Berpisah

read
66.1K
bc

My Secret Little Wife

read
132.3K

Pindai untuk mengunduh app

download_iosApp Store
google icon
Google Play
Facebook