DIA ANAKKU :SABANALIAR EMPAT PULUH LIMA MAAF BANYAK TYPO Adam menatap Sabira dengan tatapan dalam, dan b*******h. Laki-laki itu dengan b******k, dan menjijikkannya masih, dan masih menginginkan Sabira. Adam masih ingin merasakan nikmat kulitnya yang berbulu sedikit lebat, menggesek, dan bergesekan dengan kulit selembut sutera milik Sabira. Demi Tuhan, selama bertahun-tahun mereka menjalin hubungan, dan melakukan penyatuan badan, tak pernah ada kata puas apabila hal itu mengangkut tentang kepuasan dunia, meneguk kenikmatan satu sama lain untuk mencapai kepuasan bersama, walau mereka sadar, sesadarnya dengan apa yang mereka lakukan adalah salah besar. Dosa besar yang di laknat Tuhannya, dan masyarakat mungkin akan mencibir, dan mungkin mengusir mereka kalau ada yang tau tentang perb

