46

1795 Kata

EMPAT PULUH ENAM "Oh....Kalian,"Gumam Sadam santai setelah beberapa detik laki-laki itu terlihat tersentak kaget di tempatnya. Kepalanya yang menoleh kearah Athar yang bagai orang bodoh, dan seperti orang yang tengah hilang kesadarannya saat ini, kembali menatap kearah wajah Sabira yang terlihat menikmati gesekan miliknya di bawah sana. Sadam dengan tak tau malunya, melanjutkan pompaannya pada milikinya dengan milik Sabira, sampai laki-laki itu mencapai puncak kenikmatannya, dan tergelatak dengan wajah puas, lega, dan bahagia diatas tubuh mungil tanpa busana Sabira yang tengah terengah-engah saat ini. Inne menutup mulutnya jijik, menahan muntah yang sudah ada di tengah tenggorokkannya, siap untuk di tumpahkan, tapi Inne menahannya sebisa mungkin. Inne nggak mau munafik, Inne seseka

Bacaan gratis untuk pengguna baru
Pindai untuk mengunduh app
Facebookexpand_more
  • author-avatar
    Penulis
  • chap_listDaftar Isi
  • likeTAMBAHKAN