54

1254 Kata

Happy reading Athar meremas dadanya kuat, rasanya sakit sekali. Perih, sesak, dan membuat nafasnya terasa ingin terenggut dari dirinya saat ini. Kepalanya sesekali di bantingkan laki-laki itu di setir kemudi. Berkali- kali dengan frekuensi yang kuat, membuat keningnya terlihat lecet, tapi tak di rasakan Athar sakitnya saat ini. Rasa sakit dan sesak di hatinya yang lebih mendominasi dirinya saat ini. "Aku benci hidupku! Aku benci hidupku, sialan! Memuakkan dan sangat menyakitkan!"Racau Athar terlihat sangat frutasi, dan kacau. Air mata sudah menggantung di pelupuk matanya, hampir tumpah, tapi Athar enggan menumpahkan air matanya saat ini. Sudah terlalu banyak air matanya yang mengalir tumpah selama dua tahun berlalu. Dua tahun panjang yang Athar lewati seorang diri. athar terpuruk, ka

Bacaan gratis untuk pengguna baru
Pindai untuk mengunduh app
Facebookexpand_more
  • author-avatar
    Penulis
  • chap_listDaftar Isi
  • likeTAMBAHKAN