HAPPY READING Seorang laki-laki tinggi tegap, berdiri menjulang di depan ranjang besar, dimana di atas ranjang besar tersebut, ada seorang waita mungil, yang duduk dengan raut menyedihkan bahkan wajah yang terlihat basah. Bukan… bukan basah oleh air atau cairan apapun, tapi basah oleh air mata yang tidak berhenti keluar sejak pagi tadi bahkan hingga siang ini, di jam yang sudah menunjukkan pukul 2 siang lewat 40 menit, hampir menginjak waktu sore. Dan jelas, laki-laki tinggi tegap berwajah dingin dan datar tersebut, merasa gemas sekaligus frustasi, karena tak hanya menangis. Perempuan sialan, yang sialnya sangat di cintai olehnya itu bahkan tidak menyahut sedikitpun panggilannya sedari tadi. Dan sudah cukup, Sadam tak kuasa di acuhkan seperti ini, Sadam tak kuasa melihat wanita yang di

