"KUBILANG HENTIKAN!" Suara Eru makin gemetar, lehernya juga terasa sakit. Tetapi di saat yang sama ia mendapati kesedihan dan amarah meledak dalam dirinya. Ia harus menghentikan tindakan mereka dan menyelamatkan Naru bagaimana pun juga. Atau Eru merasa, ia tidak akan pernah bisa hidup dengan tenang selama sisa hidupnya. "Hentikan b******n gila, apa kau tuli?" Laki-laki yang menginjak tangan sekaligus kepala Naru itu berhenti tertawa dan menatapnya seperti pemburu kepada mangsanya. Seluruh tawa lenyap dari wajahnya digantikan raut yang berbahaya. Sekali lagi, ia menendang kepala Naru tanpa ampun dan melangkah maju mendekati Eru. Tanpa senyum sama sekali. "Apa kau bilang? Coba katakan itu sekali lagi?" Eru membeku, tubuhnya sangat sulit untuk digerakkan, mengkhianati keinginan dirinya.

