"Apa kau tidak keberatan jika mendengarkan musik?" Pertanyaan yang Erwin ajukan itu membuat Eru yang setengah melamun kembali ke kenyataan. Ia yang duduk dengan punggung tegak dan kaku tanpa berpaling dari jalanan di depan, akhirnya menoleh dengan lehernya yang juga terasa sangat kaku. Tentu ini bukannya tanpa alasan. Karena setelah Erwin membukakan pintu mobil untuknya, dan Eru naik dan dengan kata lain menerima tawaran laki-laki ini untuk mengantarnya sampai ke rumah, Eru baru menyadari satu hal. Tidak kah ia jadi terlihat gampangan sekarang? Meneriwa tawaran seseorang yang belum lama dikenalnya begitu saja. Ditambah situasi yang membuat ia hanya berdua saja bersama laki-laki itu di tempat tertutup seperti ini, jelas membuat Eru langsung menyesal karena jantungnya tidak bisa berhenti me

