Yuki tersentak sadar saat tiba-tiba pintu ruangan mengayun terbuka. Di saat yang sama, sosok Aren Yoshizawa muncul. Dia adalah laki-laki bertubuh tinggi, memiliki kesan tak terjangkau dan mata phoenix yang sangat indah. Segera saja, Yuki tersentak bangun untuk menyambutnya dengan cemas. "Profesor," Yuki berdiri menghadap sosok yang paling dihormatinya yang masih berdiri di ambang pintu itu. Aren mengernyit memandang Eru yang tergeletak di sofa tak sadarkan diri, sebelum akhirnya kembali memandang Yuki yang menatapnya dengan cemas. Lantas setelah itu ia berkata dengan suaranya yang selalu terdengar setenang riak air dalam kolam. "Aku baik-baik saja, tidak perlu cemas." Meski begitu Yuki masih belum menurunkan tingkat kecemasannya. "Lalu bagaimana dengan malaikat maut itu? Apakah dia masi

