"Selamat datang di rumah kami." Raya membuka pintu dengar riang. Sambutan hangat itu terasa menyatu dengan musik yang menggema di dalam rumah. Seorang anak kecil mengekori Raya. Dia bersembunyi di balik punggung ibunya. "Aslinya, Ray? Musiknya Sundaan banget. Berasa lagi kondangan," komentar Derian agak kecewa. "Assalamualaikum ...." Raya cuma terkekeh. Derian memang selalu membawa tawa. "Waalaikumsalam." "Waalaikumsalam!" sahut suara lain di tengah rumah. Samesta baru keluar dari dapur hendak menuju belakang rumah tempat mereka akan kumpul. "Woi, Der. Datang juga. Tuh, si Septian udah di belakang bakal ikan." "Pasti elu, kan?" tuduh Derian langsung. "Apaan?" "Ini musiknya. Nggak cocok banget, anjim. Makan-makan di luar sambil bakar ikan mah pantesnya ngundang DJ." "DJ pala

