48. Perasaan Asing

1542 Kata

Pagi itu motor yang biasa dibawa ngampus tiba-tiba mogok. Kendaraan lain dipakai oleh kakak-kakaknya berangkat kerja. Derian berkacak pinggang, Septian teman terdekatnya susah dihubungi. Ia berharap bisa berangkat dengannya karena jarak rumah mereka tidak terlalu jauh. Derian malas kalau harus naik kendaraan umum selagi ada tebengan. Melihat dari waktu, kemungkinan Septian sedang dalam perjalanan atau bahkan sudah sampai kampus. Septian itu disiplin anaknya. Mencoba peruntungan lain, Derian menghubungi teman yang satu arah juga. Samesta langsung mengangkat panggilan. Dia sedang dalam perjalanan menuju kampus. Mengiyakan saat Derian minta jemput. Samesta memang teman paling baik. Tak lama sebuah mobil berhenti di depan gerbang rumah. Klaksonnya menyala. Derian bergegas keluar halaman.

Bacaan gratis untuk pengguna baru
Pindai untuk mengunduh app
Facebookexpand_more
  • author-avatar
    Penulis
  • chap_listDaftar Isi
  • likeTAMBAHKAN