Samesta memacu kendaraannya menuju rumah. Harapannya bisa menemui Raya di sana kandas. Rumah telah dikunci. Ini memang telah masuk waktunya Raya berada di kedai. Maka tak pikir panjang Samesta menyusul istrinya ke sana. Ia harus membawakan Sansan ibunya. Anak itu terus menggumamkan kata "mama" dalam tidur yang tak tenang. Betapa berat bagi anak sekecil itu berpisah dari seorang ibu. Ia masih begitu manja dan membutuhkan kasih sayang ibu. Samesta iba, tak kuasa mendiamkan kondisi ini lebih parah lagi. Meski selanjutnya, Samesta menelan kekecewaan yang sangat besar. Ia tiba di depan kedai dengan kecepatan dua kali lipat dari biasa. Niatnya telah bulat turun dari mobil. Perkataannya untuk membujuk Raya ikut dengannya akan dibuat senatural mungkin. Samesta tak panjang membujuk seorang wani

