Rindu. Hanya itu yang bisa Radit katakan ketika menyadari tiga orang terpenting di dalam hidupnya telah tiada. Kedua orangtuanya, juga adik perempuannya. Rindu. Kehangatan keluarga yang sebelumnya pernah Radit rasakan. Meski keluarganya sangat sederhana. Tak jarang mereka makan dalam satu piring yang sama. Atau ibunya yang dengan senang hati menyuapi ia dan Dira dulu. Setelah kepergian kedua orangtuanya yang secara tiba-tiba, Radit seperti kehilangan arah. Hidup bagai tak hidup. Tujuan hidupnya pun belum ia tentukan. Radit yang tak biasanya hidup seorang diri, mendadak menjadi sebatang kara. Hingga ia bertemu tanpa sengaja dengan Ayah Devan dan menolong pria itu. Ayah Devan akhirnya membantunya dan membuat Radit kembali sadar tentang arti sebuah kehidupan. Radit sadar jika hidupny

