“Nggak! Nggak mungkin! Dira nggak mungkin bunuh diri!” pekik laki-laki bertubuh tinggi dengan rambut hitam legamnya. Tubuhnya mendadak ambruk, terduduk di lantai yang berada tepat di depan kamar sang adik. Sesosok tubuh tergantung tali dengan tubuh yang sudah kaku dan tubuh yang membiru pertanda kekurangan oksigen. Lidahnya menjuntai dengan wajah yang tampak frustasi. Aroma busuk menguar dari tubuhnya. Kedua orangtuanya hanya bisa menangisi kepergian anak bungsu mereka. Anak yang selama ini periang dan sangat cerdas, mereka tak menyangka akhir kehidupan anaknya akan senaas ini. Sementara sang kakak masih tampak shock hingga tubuh adiknya dibawa oleh petugas medis dan dimasukkan ke dalam kantung mayat. Laki-laki itu berlari, mengikuti kemana adiknya dibawa sampai harus ditahan oleh ke

