Sejatinya Dadda akan mendampingi Marinka selama dua puluh empat jam. Tetapi anak majikannya itu menolak. Dia tidak ingin menyusahkan asisten pribadinya itu, meski Tuan Maloko memerintahkan demikian. “Aku satu kamar dengan suamiku, Dadda. Kau ingin berada di antara kami?” Tentu saja tidak boleh ada perempuan lain di antara suami istri. Tapi kasusnya adalah, Dadda adalah asisten Marinka dan Bujana sedang koma. Memang apa yang akan terjadi di antara pengantin baru itu? Dadda menggeleng. “Sudahlah Marinka, tidak usah berpikiran aneh-aneh. Aku hanya menjalankan tugasku, dari Tuan Maloko. Dia sangat mengkhawatirkanmu.” “Dia seharusnya di sini bila khawatir. Nyatanya tidak, kan.” “Dia sudah ke sini kan?” Marinka merengut. Dari dulu, papanya hanya ada di Kartu Keluarga. Mamanya apalagi. Bil

