Sebuah mobil berhenti di depan rumah sakit. Pengemudi di dalamnya adalah Fareed Shahram. Sebelum membuka pintu mobil, dia mengeluarkan sebuah kotak serupa kotak untuk cincin dari saku dalam jasnya, lalu membukanya. Sebuah batu bertuah berwarna merah menyala tampak berkilau di dalamnya. Batu bertuah dari selatan. Batu ini milik Tetua Dahlia. Tetua Dahlia, orang yang paling dermawan di antara Tetua yang lain. Meski hanya beberapa orang yang bisa membaca modus kedermawanannya. Fareed tak peduli. Yang jelas, batu ini harus kembali dalam 24 jam atau dia tak lagi diakui sebagai anggota upacara. Tidak diakui, itu banyak tafsirnya. Dan saat ini Fareed tidak ingin membayangkan apa tafsirnya apalagi berspekulasi dengannya. “Sebaiknya kau tidak membohongiku, Polassar,” ucap Fareed dan memasukkan ko

