Lily hanya duduk di tepi tempat tidur Bujana. Ahmed, alias Polassar mulai membuatnya kesal. Lelaki itu, mentang-mentang sudah menjadi manusia, bisa seenaknya saja menyuruh. Lily tidak bisa menolak karena Bujana juga begitu bersemangat menerima perintah Ahmed dan menyuruh Lily melakukannya dengan segera. “Jadi, selama ini terapi yang aku lakukan percuma?” tanya Marinka kecewa. Ahmed alias Polassar mengangguk. “Kau memijiti dan menstimulasinya, kan? Itu semua, Lily yang menggerakkan. Tapi, aku mohon kamu tidak sakit hati. Bujana meminta Lily melakukan semua itu agar kamu tetap berada di sisinya. Tidak meninggalkannya dan menikah dengan Karran.” Marinka mulai mempercayai Ahmed. Dia tahu segala permasalahan antara mereka bertiga. Sebuah pernikahan dengan orang ketiga yang menanti mereka ber

