Karran membuka pintu kapsul dan asap halus mendesis keluar dari lobang-lobang kecil di bawah kapsul. Dengan santai seolah baru bangun tidur, dia menggeliat dan melompat keluar dari kapsul. Beberapa saat meregangkan badan dengan gerakan senam kecil, lalu dia menutup pintu kapsul dan memeriksa beberapa panel. Setelah memastikan bahwa mesinnya sudah bekerja dengan benar, dia pun menekan sebuah tombol dan suara dengung halus mesin pun terhenti. “Oke, well done.” Sembari merapikan jas yang dikenakannya, Karran naik ke lantai atas. Dalam setiap upacara Astral Projection yang dia lakukan bersama Tetua dan timnya, dia selalu mengenakan pakaian resmi. Jas mahal. Meski nantinya bila sampai di tujuan tetap akan berbaju sesuai dengan roh yang dirasuki. Langkahnya terhenti di depan pintu kamar. Dia

