Marinka tersentak dari tidurnya. Dia merasa barusan ruangan menjadi biru terang, dan hilang dalam sekejap. Dia terduduk dan menyadari bahwa lampu ruangan berwarna putih terang, dan belum dimatikannya saat berangkat tidur tadi. Namun dia merasa sangat yakin dengan warna biru terang tadi, ditambah suara Bujana berteriak memanggilnya dari jauh. Sayu-sayup dan menjauh. Dilihatnya tubuh Bujana masih tergolek di tempat tidurnya, tidak bergerak selain dadanya yang naik turun, bernapas dengan teratur. Juga bunyi lemah alarm deteksi kehidupannya, menandakan bahwa kehidupannya benar-benar tergantung pada alat. Perlahan Marinka turun dari tempat tidur dan mendekati tubuh suaminya. Mengambil kursi dan duduk di sebelahnya, sembari menggenggam jemari suaminya yang terasa agak hangat. Dipindainya sekuj

