Bujana heran, kenapa semudah ini dia bisa keluar dari sebuah ruangan besar seperti barak. Meski hanya tidur di tempat tidur dari kayu, Bujana sudah merasa lebih dari cukup. Bahkan dia nyaris tidak bisa memejam mata. Selama berbulan-bulan, dia tidak pernah tidur karena masih dalam wujud roh atau arwah. Menjadi manusia dan harus memenuhi hak tubuhnya, terasa masih gamang baginya Bujana berjalan mengendap menyusuri selasar demi selasar. Tidak sulit menemukan bangunan yang siang tadi dilihatnya dari kejauhan, di seberang taman bunga. Dia juga dengan mudah menemukan tangga untuk menuju ke lantai atas. Semua jalur yang dilaluinya, sama sekali tidak ada penjagaan pengawal. Dia masih saja terheran-heran dengan kemudahan yang dia dapatkan, hingga ketika dia menjejak di lantai atas. Ada lingkaran

