Agga meninggalkan Bujana saat semua calon pengawal diminta masuk ke dalam istana untuk memulai seleksi. Saat menatap punggung anaknya menghilang, dia merasa sangat bersalah, meski separuh beban hidupnya serasa menghilang. Nebuz memang bukan pemuda istimewa. Bisa dikatakan dia agak terbelakang. Agga dan Humbab cemas dengan masa depan anaknya. Jangankan pekerjaan, wanita pun mereka tidak yakin ada yang mau dengan Nebuz yang menghitung jumlah jemarinya saja sering salah. Setiap hari yang dipikirkannya hanya makan dan makan saja. Maka Agga membayar orang dalam istana agar memanggil Nebuz untuk mengikuti seleksi pengawal kerajaan. Bahkan jika perlu, meloloskannya menjadi pengawal dengan membayar berapapun akan dilakukan Agga. Meski anaknya hanya menjadi penuntun kuda istana. “Semoga kamu ker

