Pertemuan antara para bangsawan membuat Phillip harus terpaksa untuk bersikap biasa saja karena dia harus datang bersama dengan Rose. Pria itu mengapit tangan Rose berjalan dengan terlihat romantis, karena dia dan istrinya memutuskan untuk membuat orang – orang tau dia dan Rose adalah pasangan yang sempurna. Rose dan Phillip duduk dikursi bersebelahan. Dia menatap wanita itu disampingnya yang sejak tadi terdiam saja. “Apa dia hamil? Ah tidak mungkin jika wanita itu hamil. Sepertinya hanya satu kali saja aku menyentuhnya, masa iya sangat magic sekali?” batin Phillip. Para bangsawan datang dan saling menyapa satu sama lain. Seorang wanita, dengan gaun panjang menjuntai lantai berwarna putih, dengan rambut khas bobnya datang ke meja Phillip menghampiri dia dan istrinya. “Tuanku Phillip Ale

