Brody mengitari lorong rumah sakit menuju taman belakang yang asri dan biasa digunakan untuk mengobrol santai. Pria itu sudah mendaratkan tubuhnya di atas bangku panjang yang terbuat dari batu. Dia juga telah membeli dua gelas coffee dari kedai kopi ternama berlogokan tuan putri berambut panjang. “Hai bro” sapa seorang pria yang mengenakan seragam kedokteran datang menghampiri Brody. Brody memberikan segelas coffee kepada pria itu, “Thanks bro, ada apa nih tumben kesini?” tanya si pria basa basi. “Uncle, tolong bicaralah sama mama. Aku nggak mau nikah sama cewek pilihannya. Please...” Brody menampakkan tampang memelas. “Alasannya bro? Emang dia gimana bentukannya?” lawan bicara Brody mulai penasaran dengan gadis pilihan sang mama. “Uncle tau kan Pete Fashion?” paman itu membalas denga

