“Apakah anda tahu, kenapa pak produser memanggil Theodore?” pertanyaan pertama yang keluar dari mulut Damar saat mensejajarkan diri dengan Joey. “Maaf saya tidak tahu.” Joey menoleh ke sebelah kanan, tempat Damar sedang berdiri. “Tak apa, anda sedang bekerja untuk pak produser bukan Theodore. Wajar anda menjaga mulut dengan benar.” balas Damar memberikan sindiran halus akan pernyataan yang diperdengarkan. Joey hanya mengulas senyuman, seharusnya Damar tak bertanya akan hal itu sekiranya dia sudah tahu akan jawaban yang diterima. Mereka terdiam, hanya berdiri berdampingan di kedua sisi pintu. Joey terlihat tenang, lain halnya dengan Damar. ‘Ra, kamu ngapain di dalam sana? Kenapa lama sekali. Apa produser itu tahu dan ingat sama Tamara? Kalau memang begitu, habislah ini. Rencana bisa gag

