Zaffar telah ditangani oleh Dokter IGD. Cyra tidak perlu merasa khawatir lagi, Dosennya telah berada di tangan orang yang tepat. Di tangan Cyra sekarang pun terdapat pundi-pundi uang yang ia dapatkan secara cuma-cuma hanya dalam hitungan detik saja. Ya, bukan miliknya sih. Milik Dosennya yang dipercayakan padanya untuk proses rawat inap, jaga-jaga saja siapa tahu ada pembayaran di awal. "Pak, saya sudah mengurusnya. Kalau ruangannya siap, Bapak nanti akan dipindahkan ke ruang VVIP sesuai permintaan Bapak." Cyra sempat terheran-heran awalnya, ada orang lagi sakit, susah bicara, sempat-sempatnya meminta kamar VVIP. "Bagus," balas Zaffar lemah. Pria itu tampak menutup matanya menggunakan lengan kirinya yang tidak terinfus. "Saya harus kembali, Pak. Saya ada jadwal kampus jam 11 siang nant

