"Sekarang tanggal berapa sih? kayanya belum seharusnya tanggal periode kamu kan? mood kamu jelek." Daniel tersenyum pelan, berusaha Denial atas ucapan istrinya. "Mas, Nadine serius." “Sudah lah Nadine lebih baik kamu tidur, istirahat agar pikiran kamu tidak kemana-mana, kamu hanya kelelahan.” Daniel berusaha menekan dalam-dalam emosinya ia sedang tidak ingin ribut. Nadine menggeleng, ia menarik tangan suaminya. “Mas, kali ini dengarkan Nadine sampai selesai." Meski enggan Daniel tetap diam, dan mendengarkan istrinya. "Nadine sudah berusaha untuk tidak mempercayai apapun berita miring yang menimpa kamu, meskipun sering kali Nadine kecewa. Tapi mas, Nadine tidak pernah mentolerir penghianatan dalam hubungan sakral di mata Allah.” Nadine mengusap wajahnya, menarik napas, dan memberika

