“Assalamualaikum ma, pa, Nadine pulang." “Wah ada calon mantu ni,” celetuk Nadine tersenyum melihat Zaki tengah bermain catur dengan papanya. “Kamu sendirian? Daniel mana?” belum sempat Nadine menjawab, langkah Daniel terdengar yang membuat kerutan halus terlihat dari sudut mata Masyu. “Kamu buatin minum dulu untuk Daniel, sekalian kamu bujukin Ara, dia sedang merajuk, biar papa bermain dengan mantu papa, karena belum ada yang bisa menandingi kamu dalam melawan papa,” ucap Masyu dengan nada bangganya. “Nadine bisa ngalahin papa main catur?” Tanya Daniel tak percaya, pasalnya mertuanya ini merupakan mantan atlet catur nasional pada masanya. “Dia mahir disegala bidang, bahkan Nadine Dan 1 taekwondo,” ucap Masyu menyusun bidak catur nya. “Maaf om, mas, saya izin pulang dulu, salam u

