PART 3

1312 Kata
PART 3   Setelah sampai di apartemennya Adam menghempaskan tubuh ke atas ranjang , badannya terasa lelah setelah seharian diajak berputar-putar mall . Andai saja bukan Audrie , mana mau Adam membuang waktunya untuk berlama-lama di mall. Tapi itu adiknya yang paling manja , jika keinginannya tak dituruti maka ia akan mengomel . Adam tak suka omelannya , Audrie tak kan pernah berhenti jika rasa kesalnya belum terluapkan ia akan terus mengoceh dan itu begitu memekakan telinga. Pikiran Adam jatuh kepada gadis bernama Marsya itu , ada apa sebenarnya ? Seperti tak bahagia , apa yang terjadi dengan keluarga daddy Miko ? Ditengah pikiran yang berkecamuk , ponsel Adam berdering. Mengacaukan fokusnya sejenak , ia meraih ponselnya yang berada di atas nakas . "Denis. " Gumamnya . "Hal..." "Woy , ke mana aja ? Angkat telpon lama bener !" Teriak Denis , refleks Adam menjauhkan ponsel dari telinganya. "Pelan-pelan bisa kali ngomongnya !" "Iya , iya sorry . Lo lagi ngapain mas ?" "Tiduran , kenapa ?" "Hehe , enggak papa sih . Cuma gue kangen aja sama Lo. " "Ngapusi (bohong) !" "Dih , ora percoyo karo aku Yo ?" "Babar blas , gek Ndang ngomongo ameh opo?" "Hehe , biasa . Minta duit , uang saku gue abis . Terus Lo belum transfer kan uang sovenir yang kemarin gue kirim ." "Iya nanti ku transfer , udah ?" "Lo kapan pulang ? Sepi tau gak , gue mau dikutuk terus sama mami . Buruan pulang , biar gak gue doang yang dikutuk . Awas Lo gak pulang , masih dilihatin sama Mami .bentar lagi disleding Lo !" Cerocos Denis . Dasar ababil ! Batin Adam. Mana ada jaman sekarang main kutuk-kutukan , dasar bocah gendeng ! "Udah ?" "Satu lagi , mami pesen kalo Lo pulang katanya suruh bungkusin mantu . Mami udah kepengen cucu. " "Bilang sama mami , yang bisa dibungkus itu nasi Padang . Ada-ada aja Lo , suruh bungkus-bungkus !" Denis terkikik geli "Gak usah gue bilangin , mami di samping gue . Udah ah , transfer SEKARANG !" Tutt.... Denis memutus telponnya sebelum Adam menjawab . Sialan ! Umpat Adam . Adam segera membuka aplikasi m-banking nya , ia harus mentransfer sebelum Denis menerornya . Denis Makasih Brott Lo emang de bes Minggu depan gue minta lagi , buat UTS anak-anak. Thinkyu . Adam Bocah sableng ! Selama ini Adam yang menjadi manajer keuangan bagi Denis, Denis sendiri lah yang memintanya . Katanya biar hasil cafe bisa diinvestasikan jika Denis sendiri yang pegang malah uang itu habis untuk sesuatu yang kurang penting , jadi lebih baik Adam saja yang pegang hasil dari cafe milik Denis . Adam menaruh ponselnya lagi ke atas nakas , pikirannya kembali lagi tentang Marsya . Adam mengusap wajah gusarnya , mencoba memejamkan mata agar bayang-bayang Marsya tak lagi menghantuinya . _____ Di sinilah Miko sekarang , di rumah Tora teman yang merangkap sebagai adik iparnya. "Nih bang , ini cangkir ke lima ya . Abis ini Lo pulang , dicariin Mak Lampir entar !" Ucap Decha seraya menyodorkan secangkir kopi kepada Miko . Miko menyesap kopinya. "Gue nginep boleh gak ? " "Big NO !" Tora mendelik . Miko memutar bola matanya malas , sepasang suami istri ini seakan mengintimidasinya . Dengan cepat ia menghabiskan secangkir kopi panasnya , Decha sampai dibuat meringis melihat Miko meneguk kopi yang panas itu . Apa gak melepuh ya lidahnya ? Batin Decha . "Yang melepuh bukan lidah , tapi hati gue !" Ucap Miko seakan mengerti batin Decha . "Udah Mik , Lo pulang gih ." Dengan malas Miko beranjak dari sofa yang terasa empuk seharian ini . Ya , Miko memilih ke rumah Tora dibanding ke rumah Aryo , Tora lebih waras jika diajak curhat . Lalu Miko pamit undur diri. "Kasihan aku sama Abang kamu cha," Tora mengusap rambut istri yang duduk di sampingnya. "Mau bagaimana lagi , ini keputusan dia buat pertahanin rumah tangganya bersama Mak Lampir itu. " Ucap Decha sedih. Tora segera mengalihkan pembicaraan, Decha akan sedih jika membahas tentang Miko abangnya . _____ "Dari mana kalian !" Suara itu menyentak Marsya dan Miko yang berjalan beriringan, suara Yasmin tentunya. Yasmin diambang pintu, kedua tangannya berkacak pinggang . Anak dan bapak itu baru saja pulang dari urusan mereka masing-masing , tak janjian tapi bisa pulang berbarengan . "Dari rumah Audrie." "Dari rumah Tora." Ucap mereka bersamaan. Yasmin mendelik, ditatapnya Miko tajam. Miko berdecih, begini cara istri menyambut suaminya pulang? Jika tak ingat ada Marsya,  ia pasti sudah mentalak tiga Yasmin saat ini juga. Miko masih memikirkan masa depan Marsya,  ia takut dengan perceraiannya akan mengganggu psikis Marsya. Dengan acuh, Miko melewati Yasmin begitu saja. Diikuti Marsya dibelakangnya. Hilang rasa hormat Marsya terhadap Yasmin , ia jengah dengan tingkah mamanya . Yasmin hanya bisa melongo menyaksikan punggung mereka berdua yang menjauh , ditutupnya pintu dengan keras lalu ia naik ke kamarnya. _____ Adit mengernyit heran ketika melihat Adam di ambang pintu , tak biasanya ia datang sepagi ini . Berulang kali Adit melihat jam di pergelangan tangannya , memastikan kalau-kalau batrei jamnya habis . "Pagi pa , ma ." Ucap Adam , lalu duduk di meja makan bergabung dengan Adit dan Milka . "Tumben Dateng sepagi ini Dam?" Milka mengoleskan selai ke atas roti , memberikannya kepada Adam . "Iya ma , ada perlu sama Audrie." Kata Adam , ia meraih roti dari tangan Milka . Audrie jalan sambil berjingkrak-jingkrak ke arah meja makan , ia memicingkan matanya memastikan ia tak salah lihat . "Mas Adam !" Seru Audrie . Adam yang masih asik mengunyah rotinya itu mengangguk.  "Iya , kayak ngeliat setan aja ." Audrie duduk di samping Adam "Abis jam segini udah di sini , ada apa mas ?" "Ada yang ingin mas bicarakan, tapi nanti . Sarapan dulu kamu ." Titah Adam , audrie mengangguk patuh . Setelah sarapan , Audrie ikut masuk ke dalam mobil Adam . "Apa sih kak ?" tanya Audrie , ia menoleh menatap Adam yang serius mengemudi mobil . "Tentang Marsya , kamu kenal kan ?" "Ya iyalah mas , gimana sih . Marsya kan anak Om Miko , terus ya dia itu sebangku sama aku . Ya jelas kenal lah , deket malah." Cerocos Audrie , sifat Audrie ini sebelas dua belas sama Denis . Sama-sama doyan ngomong. "Bukan itu , kamu tahu masalah apa yang sedang terjadi di rumahnya ?" "Anu , itu rahasia mas . Kata Marsya aku gak boleh cerita-cerita." Bagus , Audrie memang pintar untuk menyimpan rahasia. Namun itu bukan suatu keberuntungan bagi Adam , ia akan sulit mengetahui apa yang sedang terjadi dengan Marsya . "Mas boleh minta nomer HP Marsya ?" ucap Adam . "Oo eM G i ! " Pekik Audrie , membuat Adam mendadak menginjak rem mobilnya . Adam mendengus kesal , adiknya ini sama sekali tidak bisa bicara pelan . Untung saja di belakangnya tidak ada mobil , jika ada pasti sudah terjadi tabrakan beruntun. "Mas pasti mau PDKT kan sama Marsya? " selidik Audrie . Adam kembali menjalankan mobilnya. "Jangan ngaco !" "Udah deh , ngaku aja! " Goda Audrie . Mobil Adam berhenti di depan gerbang sekolah Audrie. "Kalau kamu gak kasih , mas stop kuota kamu selama setahun !" Ucap Adam final . "What The !!!!! Gila , anceman kek gitu mah aku nyerah mas ! Nanti aku send ya , Aku sekolah dulu. " Pamit Audrie , ia mencium punggung tangan Adam . "Sekolah yang bener !" Audrie mengangguk patuh , ia turun dari mobil Adam . Perlahan Audrie menghilang dari pandangan Adam , tak lama sebuah pesan masuk dari Audrie ia mengirimkan nomor HP Marsya . Adam tersenyum satu langkah telah ia lalui tinggal langkah berikutnya , ia khawatir dengan keadaan Marsya yang sepertinya tak pernah bahagia . Adam menghidupkan mesin mobilnya lalu memacu mobilnya ke arah kantornya , kebetulan ia ada meeting pagi hari ini. ******  
Bacaan gratis untuk pengguna baru
Pindai untuk mengunduh app
Facebookexpand_more
  • author-avatar
    Penulis
  • chap_listDaftar Isi
  • likeTAMBAHKAN