Arabella berdiri mematung dan terus fokus menatap tas hitam yang tanpa permisi telah hadir di dalam mimpinya dengan membawa luka. Mata Arabella nanar, ada air mata yang hendak jatuh namun ia tahan dengan sekuat tenaganya. Kakinya enggan melangkah seolah masih asyik dengan semua kebingungannya. 'Apa-lah salah sebuah tas itu, sehingga membuat hatiku terasa perih saat melihatnya?' gumamnya dalam hati. "Bella, Sayang! Kok malah bengong? Tuh kamu di tunggu suamimu!" Suara Ayah Arabella terdengar. Membuat Arabella terkejut dari lamunannya. Arabella kembali mengatur perasaannya agar kegalauannya tak sampai dirasakan oleh Sang ayah. "Iya. Yah! Kalau gitu aku pulang ya" Arabella mencium punggung tangan ayahnya. "Mamamana, Yah?!" Tanya Arabella saat menyadari bahwa ia tak menemukan sosok bayang

