"Kalau saranku sih, kamu nurut ayah aja. Karena pertama, kamu bisa bebas kuliah dan kemanapun kamu mau tanpa takut kehamilanmu diketahui orang lain. Kedua, ayah pasti bahagia kalau kamu yang ngelanjutin impiannya. Soal kebutuhanmu, semuanya akan aku penuhi, aku akan cari asisten rumah tangga buat bantu-bantu kamu dan aku bakal mengunjungi kamu sesering mungkin karena bagaimanapun bayi di perutmu adalah anakku. Yang ketiga, kalau di Singapura aku bisa berlama-lama dan bermanja-manja dengan calon bayiku tanpa takut ketahuan oleh siapapun" rayu David berharap memenangkan hati Kayla. 'Kamu harus pergi jauh, Kayla. Sampai Bella dan anakku lahir dengan selamat!' lirih David dalam hati. Jantungnya berdegup kencang menunggu jawaban dari keputusan yang Kayla ambil. "Ide bagus! Aku setuju kuliah d

