Disebuah rumah perumahan berdesain minimalis, berdominasi warna toska dan putih, Arabella duduk mematung di tepi ranjang di kamar tamu yang akhir akhir ini menjadi kamarnya. Perlahan ia mengambil sesuatu dari belakang pintu dan ia meraih sebuah payung berwarna transparan yang di berikan seorang lelaki misterius. Jantung Arabella masih berdebar hingga saat ini sejak kejadian itu benar-benar membuat Arabella sedikit beristirahat dari rasa sakit di hatinya karena David. Arabella menyentuh lembut payung yang dengan rempong ia bawa dari Singapura. Ia menyimpulkan secuil senyuman saat mengingat kembali momen pria misterius memberikan payung dengan datar padanya. "Sayang!!" Teriak David dari luar. Arabella diam dan mengabaikannya. Tok! Tok! Tok! David terus mengetuk pintu membuat Arabella me

