RENCANA JAHAT

1894 Kata

Asap yang di hasilkan rokok mengebul memenuhi seisi ruangan berdinding hitam bernuansa gelap itu. Terlihat David dan seorang bos besar sedang duduk santai saling berhadapan, mereka juga seperti berlomba saling menghisap rokok dan mengebulkan asapnya. "Apa yang membawamu kemari?" Terdengar suara parau dari seseorang bertubuh besar dan berkulit hitam legam di depan David. David menghisap rokoknya setelah itu ia meletakkan putung rokok yang sudah sisa setengah itu di pinggiran asbak. "Aku punya tugas mudah untukmu, dengan gaji yang cukup fantastis." Ucap David setelah menghembuskan asap dari mulut dan hidungnya. "Tak pernah ada gaji besar untuk pekerjaan yang kecil. To the point aja! Biar aku yang menilai itu pekerjaan mudah atau tidak dan gajinya cukup fantastis atau tidak!" Celetuk Barr

Bacaan gratis untuk pengguna baru
Pindai untuk mengunduh app
Facebookexpand_more
  • author-avatar
    Penulis
  • chap_listDaftar Isi
  • likeTAMBAHKAN