David meremas kesepuluh jarinya, seperti tak kuasa ingin sekali mendaratkan bogem mentahnya di wanita tak tahu diri itu. David menoleh ke arah Kayla. "Apa yang menjadi kartu AS mu?" Tanya David. "Rahasia!" Kayla kembali menatap kuku lentiknya dan memainkannya. "Nanti aku keluarkan saat aku sudah dalam kondisi kepepet hahahaha" Kayla tertawa kecil namun terdengar sangat menyebalkan. "Apa yang kau mau dariku?!" Tanya David to the poin. Dia tak ingin berbelit-belit dengan wanita gak ada akhlaq di depannya. "Aku menginginkan posisi Arabella!" Suara Kayla bagaikan petir yang mengiringi derasnya hujan saat ini. "Aku ingin menjadi istri sahmu. Maafkan aku jika akhirnya aku harus serakah karena semua orang bebas menginjak-injak aku, menghinaku jika aku menjadi simpananmu saja." Duarr!!

