Suara sirine darurat memecah ruangan para dokter dan perawat yang saat ini bertugas di rumah sakit. Dokter Ana, dokter termuda nan cantik namun meski terbilang muda namun kehebatan dan keahliannya dalam bidang spesialis bedah jantung patut di acungi jempol dan di akui oleh dunia. Dokter berambut panjang yang selalu ia kuncir ke belakang bak ekor kuda menoleh ke arah sirine darurat itu dan di sana terdapat keterangan jika pasien yang ada di kamar VVIP Dandelion yang baru saja ia berhasil tangani mengalami kondisi yang kritis lagi. Dokter Ana di temani oleh tiga orang perawatnya berlari menuju ke ruangan yang tak jauh dari tempatnya berada, di susul oleh seorang perawat yang membawa beberapa alat medis dan obat-obatan dengan sebuah troli dorong. Dengan segala upaya Dokter ana dan perawat

