Cahaya mentari sore yang bersinar hampir terbenam menciptakan nuansa warna jingga yang indah menyinari seisi bumi hingga tercipta bayang-bayang siluet bak lukisan. Cukup lama Mitha duduk di halte trans ibu kota hingga entah sudah kesekian berapa kalinya bus yang menjadi ikon ibu kota negara itu datang dan pergi silih berganti. Tin! Tin! Suara klakson mobil terdengar oleh Mitha dan membuatnya akhirnya tersadar dari lamunannya. "Cepat, naiklah!" Seru seseorang yang tak lain adalah Chef Erick sesaat setelah ia membuka jendela kaca mobilnya. Mitha menghela nafas pasrah saat menoleh ke arah kirinya melihat bus tujuanny telah berangkat tanpa ia sadari. Dengan perlahan tapi pasti Mitha berjalan kearah Erick dan membuka pintu di samping kiri Erick dan duduk di sana. Tak lama mobil keluaran

