Ina yang mau bertemu dengan Venus terasa begitu sulit. Lelaki itu sedang sibuk mempersiapkan pernikahannya dengan Pelangi. Memang, setelah kejadian kemarin, Venus telah memantapkan hatinya pada Pelangi. Menurutnya tidak ada alasan kenapa ia mempersunting Pelangi, walaupun kedekatan mereka belum lama. Yang Venus tahu, ia nyaman dengan Pelangi. Masalah cinta, urusan belakang. Cinta bisa bersemi saat mereka sudah mengikat janji suci. Bahkan saat Venus melamar Pelangi, masih terekam jelas di memorinya bagaimana tanggapan gadis itu. "Kamu yakin ngelamar aku?" Pelangi bertanya dengan mata berkaca-kaca. Kedua tangannya menangkup wajah Venus yang sedang berlutut. Venus mengangguk mantap disertai senyum menyakinkan. "Kamu mau 'kan jadi pendampingku dan menjadi Ibu untuk anak-anakku kelak? Sert

