25. PENGAKUAN ALIF

965 Kata

Sam menatap nanar gadis yang sedang terbaring lemas dengan segala alat-alat yang menempel di tubuhnya guna menyelamatkan hidup gadis tersebut. Di samping Sam ada Liya yang menangis pilu melihat keadaan putri kesayangannya. Keadaan Liya tidak beda jauh dengan keadaan Venus. Dari wajahnya saja terlihat sangat kentara jika lelaki itu menyimpan banyak penyesalan. Sam tersenyum kecut. Mengingat jika Liya dan Venus sibuk dengan urusan mereka masing-masing dan tidak terlalu memedulikan keberadaan Ina, entah kenapa Sam menjadi emosi. "Sepertinya Ina tidak teratur meminum obat yang diberikan dokter," kata Liya memecah hening. Sam mengusap pundak Liya, mencoba menguatkan. Walaupun dalam hati Sam sangat ingin berteriak jika yang dibutuhkan Ina adalah kasih sayang dan perhatian mereka. Tapi, ah

Bacaan gratis untuk pengguna baru
Pindai untuk mengunduh app
Facebookexpand_more
  • author-avatar
    Penulis
  • chap_listDaftar Isi
  • likeTAMBAHKAN