Di sebuah pelaminan yang megah dan indah, terdapat sepasang sejoli yang sedang memamerkan senyum bahagia. Meskipun di balik kebahagiaan itu ada kesedihan mendalam yang mereka tutupi. Sedangkan di tengah ramainya tamu, ada seseorang yang sejak tadi hanya berdiam diri, tidak memedulikan sekitar. Matanya menerawang jauh. Gelas di tangan yang berisi cairan merah hanya ia goyang-goyangkan tanpa irama. Raganya di ruangan itu, tapi pikirannya sedang tidak di sana. Raut wajahnya begitu menggambarkan kesedihan yang mendalam. Masih sulit menerima kenyataan. "Lo gak ada niatan ngasih ucapan selamat ke mempelai pengantin?" Sam menyenggol lengan Alif, dengan tatapan fokus ke mempelai wanita yang terlihat begitu cantik. Alif menggeleng, lalu meneguk cairan merah tersebut hingga kandas. "Gak per

