"Jahat lo!" geram Sam. Alif menoleh sejenak sebelum kembali menerawang. Ia sedang diambang kebimbangan. "Mau lo apa, sih? Gue tau lo b******k, tapi gak gini juga kali!" kecam Sam dengan urat leher yang mengeras. Ia benar-benar muak. "Mau gue? Nyakitin hati mereka." Dengan suara tenang Alif menyucapkan hal yang tidak sepatutnya. Sam menggeram, tangannya mengepal hingga kukunya menancap di daging tangannya. "Semoga lo nyesel!" Setelah mengatakan itu Sam beranjak meraih jaketnya dan berjalan menjauh dari sana. Aulia yang berdiri tidak jauh dari mereka, datang mendekat. "Sam kenapa?" "Gak tau." Alif menjawab seadanya. Aulia mengangkat bahu tidak peduli, lalu ia melingkarkan tangannya di leher Alif dari belakang. "Udah gak ada yang ngehalangin hubungan kita. Kenapa kita gak nikah aja, Li

