Venus terus mengejar objek yang menarik perhatiannya sejak tadi. Bahkan jantungnya sudah tidak berdetak dengan normal. Susah payah akhirnya Venus dapat meraih pergelangan tangan perempuan yang mampu membolak-balikkan perasaannya itu. "Aulia ...." Venus menyebut nama perempuan itu dengan bibir yang bergetar. Sedangkan Aulia yang merasa tangannya ditarik, spontan menoleh dan seperkian detik kemudian ... wajahnya memucat. "V-venus ...," lirihnya terbata-bata. Tanpa meminta persetujuan dari Aulia, Venus segera menariknya kepelukan. Ia mendekap Aulia dengan erat, seolah takut kehilangan untuk kedua kalinya. "Lo Aulia gue, 'kan?" Venus melepaskan pelukannya, lalu mengguncang bahu Aulia yang sedang dilanda rasa gugup. Di lain tempat, Pelangi mematung dengan pemandangan yang terpampang di d

