Precious Time With You

2719 Kata
Saat waktu memberikan kami celah untuk bersama dan mengenal lebih dekat disitulah awal sebuah perasaan baru yang datang tanpa diminta. (Lee Myung Hee) **** Sejak pukul sepuluh pagi hingga satu siang mereka bersama menyelesaikan latihan untuk Myung Hee yang tidak kunjung berhasil menggunakan sepatu hak tinggi. Sepanjang waktu Hyung Dae tidak henti-hentinya tertawa tanpa sadar karena sosok Myung Hee. Hari ini ia pasti akan mengingatnya, dimana ia bisa bersama dan mengenal Myung Hee sebagai seorang gadis bukan seorang murid. Kalian tahu maksudnya bukan? Mengingat seperti mana ekspresi kesal,dan tawa yang ada pada Myung Hee. Membuatnya bimbang akan perasaan nyaman dan bahagia saat bersama Myung Hee,bahkan dirinya saja tidak tahu perasaan apa yang tengah ia rasakan saat ini. Senyuman tulus yang terukir pada sudut bibirnya saat Myung Hee terus mengeluhkan apa yang diajarkan oleh Bu Areum. Sesekali Hyung Dae dengan keisengannya ingin mengabadikan momen-momen itu dengan beberapa video dan jepretan foto yang tidak akan bisa ia lupakan sepanjang hidupnya. Cekrek... Cekrek... Cekrek.. 'aku seperti seseorang yang sedang mengagumi. Tapi aku tak yakin ini hanya perasaan kagum. Walaupun aku belum bisa menyanggupi ini,tapi Tuhan berikan aku waktu untuk bersama, mengenal dan menjaganya dengan segenap batin dan raga ku. Kumohon...' batin Hyung Dae terus tersenyum melihat Myung Hee terus merengek. "Astaga! Bu Areum ini latihan apa si sebenarnya? Lebih baik aku memilih latihan tinju daripada latihan jalan pakai sepatu kaya ulegan sambal. Udah ya Bu?Aku pengin istirahat sebentar. Ya...ya...ya..." Pinta Myung Hee dengan wajah yang dibuat-buat menggemaskan agar Areum mau menyetujui permintaannya. "Baiklah,kamu istirahat dulu ya. Ibu mau ambilkan minum sama makanan bekal untuk kamu. Kamu jangan bikin ulah lagi, atau kamu ibu gantung di tiang bendera. Mau?" nasehat Areum dengan tatapan tajam. "Iya Bu. Myung Hee janji tidak akan membuat masalah" ujar Myung Hee tersenyum manis dengan tangan seperti berjanji. "Saya pamit sebentar pak Hyung Dae, Myung Hee ingat ya!" ucap Bu Areum pada Hyung Dae dan mengingatkan Myung Hee yang sudah mempoutkan bibir mungilnya. Areum berdiri dari duduknya kemudian berjalan pergi meninggalkan ruang latihan untuk pergi ke ruang guru mengambil bekal yang telah ia siapkan untuk dirinya dan Myung Hee. Setelah Areum pergi dari ruangan latihan,ruangan tersebut hanya ada Myung Hee dan Hyung Dae yang tengah dilanda kecanggungan. "Itu bibir kenapa maju-maju? Minta dicium ya?" goda Hyung Dae sambil menatap Myung Hee jahil. "Tidak pak, terimakasih. Bisa-bisa saya terkena penyakit rabies" sindir Myung Hee dengan wajah dongkol. "Kamu pikir saya kucing? Saya ini manusia paling tampan se Korea tahu?" ucap Hyung Dae dengan nada sombongnya. "Korehan kali pak!" Timpal Myung Hee dengan nada sinis. "Kamu ini-" Perkataan Hyung Dae terpotong oleh sapaan dari seseorang yang datang masuk mengunjungi ruang latihan. "Annyeong Hyung Dae-ya!" sapa seorang pria yang tersenyum manis dengan berpakaian olahraga. "Hyung, masuklah. Apakah ada sesuatu?" Tanya Hyung Dae tersenyum simpul namun heran melihat pria tersebut tiba-tiba datang. "Tidak ada,tadi aku dan Jung Min mencari-cari kamu. Aku hanya memastikan keberadaan kamu saja,lalu sedang apa kamu disini?" jawab pria tersebut dengan nada ramah. "Aku lupa memberitahukan keberadaan ku pada kalian,aku sedang mengajari kucing garong latihan berjalan!" Sahut Hyung Dae dengan nada menyindir Myung Hee yang tengah menatapnya sinis. "Mana ada kucing garong di sekolah!" timpal Hyung Dae dibuat terkekeh geli dengan sahutan Hyung Dae. "Ini kucing garong nya" tunjuk Hyung enteng dengan menunjukkan keberadaan Myung Hee dengan dagu. "Yak! Dasar Alien darat! Ngatain orang tapi sendiri ngga mau dikatain. Dasar alien darat Pluto!" Umpat Myung Hee dengan nada bicara kesal. "Jangan salahkan saya jika saya memberitahukan ini pada Bu Areum" ancam Hyung Dae tersenyum penuh arti pada Myung Hee. "Yang benar saja?! Sabar Myung Hee...nanti telingamu bisa-bisa kaya Pinocchio kalau lawan alien ini. Sabar" gumam Myung Hee sambil tarik nafas untuk meredakan perasaan dongkolnya pada Hyung Dae. "Kamu menggemaskan! Siapa nama kamu?!" tanya pria tersebut pada Myung Hee. "Lee Myung Hee, kalau nama bapak siapa?" Sahut Myung Hee dengan nada ramah. "Saya Jung Yeon Seok,kamu bisa memanggil saya pak Yeon Seok" kata Yeon Seok memperkenalkan dirinya pada Myung Hee. "Bapak mengajar dimata pelajaran apa?" tanya Myung Hee yang merasa asing pada wajah Yeon Seok. "Saya mengajar dimata pelajaran seni tari" jawab Yeon Seok tersenyum simpul pada Myung Hee yang nampak antusias. "Saya bisa dong ikut kelas tari kalau ada waktu senggang habis ujian gitu pak" pinta Myung Hee dengan nada bercanda. "Boleh-boleh saja, nanti akan saya buatkan waktunya" ujar Yeon Seok menyetujui permintaan Myung Hee. "Terimakasih pak Yeon Seok" ucap Myung Hee tersenyum tulus. "Hm! Apakah kalian melupakan saya yang ada disini?" Sindir Hyung Dae yang merasa dirinya terlupakan oleh kedua orang yang baru saja bertemu ini. "Bapak saja yang sok jadi pendiam!" sinis Myung Hee dengan tatapan tajam penuh permusuhan. "Aish! Sudahlah. Apakah acara basketball antar kelas sesi 1 sudah selesai?" Tanya Hyung Dae pada Yeon Seok. "Aku rasa sudah. Kebetulan kelas XII IPA 2 memang tuh, kalau tidak salah yang membuat skor terbanyak adalah Yon Jun dan Ha Joon" jawab Yeon Seok tersenyum simpul. "Benarkah? Sudah pasti mereka menang. Aku memang tidak pernah salah mendukung mereka" teriak Myung Hee senang dengan melompat-lompat kegirangan. "Kenapa kamu terlihat sangat senang mendengar mereka menang?" tanya Hyung Dae dengan nada sinis. "Lagi pula tak ada larangannya,kan? Kebetulan juga saya sudah mengenal mereka sejak lama" jawab Myung Hee yang nampak sinis juga. "Jadi mereka teman karib kamu?" tanya Yeon Seok menyahuti jawaban Myung Hee. "Benar pak,mereka teman karib saya sejak sekolah menengah pertama" Myung Hee menganggukkan kepalanya pasti kemudian tersenyum bangga. "Iya terserahlah. Kamu sekarang harus berlatih lagi berjalan menggunakan sepatu tinggi,ayo!"ajak Hyung Dae pada Myung Hee. "Lebih baik bapak contohkan saya memakai sepatu ini" sinis Myung Hee pada Hyung Dae. "Jadi kamu ingin menantang saya?" Hyung Dae yang mendengarnya terlihat cukup tertantang untuk menyetujuinya. "Mungkin saja!" Myung Hee tersenyum manis namun memiliki arti dibaliknya. "Baiklah saya terima tantangan ini. Jika kalau saya bisa apa yang akan kamu lakukan?" tanya Hyung Dae. "Saya akan mengajari bapak ilmu beladiri selama 1 Minggu, bagaimana?" ujar Myung Hee balik. "Baiklah, jangan ingkari janji!" Hyung Dae berjalan mendekati Myung Hee kemudian duduk untuk memakai sepatu hak tinggi, setelah terpasang dengan benar Hyung Dae berdiri perlahan-lahan dengan seimbang. Myung Hee dan Yeon Seok yang melihatnya pun dibuat terheran-heran, jarang-jarang ada lelaki yang mampu berjalan stabil menggunakan sepatu hak tinggi bukan? Hyung Dae berjalan mendekati Myung Hee dan Yeon Seok dengan perasaan melambung tinggi,ia tersenyum puas melihat Myung Hee yang tersenyum terpaksa. "Bagaimana? Sudah cukup membuktikan kalau kamu kalah bukan?" Hyung Dae tersenyum sombong. "Yang benar saja?! Bagaimana mana bisa bapak melakukannya?" Ucap Myung Hee yang masih tak percaya. "Kenapa? Kamu kira saya curang? Saya memang bisa,karena ini mudah" "Iya-iya,saya mengaku kalah" Myung Hee tersenyum getir mengingat dirinya harus berurusan lagi dan lagi dengan Hyung Dae. "Bagus,saya akan menagih janji kamu suatu saat nanti" Hyung Dae tersenyum kemenangan. "Semerdeka bapak!" Yeon Seok yang melihat kedekatan keduanya pun hanya tersenyum simpul,ia senang Hyung Dae dapat berdekatan dengan lawan jenis. Hyung Dae memang tipikal lelaki yang kaku atau dingin jika berurusan dengan perempuan yang bukan keluarganya,namun dibalik sikap itu ada rasa menghormati dan menghargai martabat perempuan. "Hyung Dae-ya, ayo ikut Hyung ke ruang guru untuk menemui Jung Min dan lainnya" ajak Yeon Seok sambil menepuk pundak Hyung Dae kemudian pergi meninggalkan mereka berdua. "Aku akan ikut" Hyung Dae menganggukkan kepalanya pada Yeon Seok sebagai tanda ia menyetujuinya. Hyung Dae mengalihkan perhatiannya pada Myung Hee yang tengah terduduk di atas lantai. Hyung Dae berjalan mendekatinya kemudian berjongkok agar bisa menatap wajah Myung Hee. "Aku akan pergi bersama pak Yeon Seok ke ruang guru karena ada urusan,kamu tetaplah disini menunggu kedatangan Bu Areum" nasehat Hyung Dae dengan lembut. "Iya pak" jawab Myung Hee menganggukkan kepalanya malas-malasan. "Sampai jumpa lagi Myung Hee-ya" Yeon Seok merangkul pundak Hyung Dae kemudian melambaikan tangannya pada Myung Hee,mereka pergi menjauh meninggalkan Myung Hee yang nampak berpikir. "Baiklah, sampai jumpa lagi pak Yeon Seok!" seru Myung Hee pada Yeon Seok yang semakin menjauh. 'hari ini sungguh melelahkan dan menyenangkan. Setidaknya dengan ini aku memiliki kenangan indah bersama Bu Areum dan Pak Hyung Dae,mereka orang baik yang akan selalu aku doakan dalam hatiku begitu juga Jae Ra' batin Myung Hee tersenyum tulus. "Bu Areum terlalu lama, aku akan menemui Jae Ra dan Yon Jun saja" gumam Myung Hee bersiap pergi meninggalkan ruang latihan. Saat Myung Hee pergi,bu Areum datang dengan membawa makanan dan minuman yang telah ia siapkan. "Kemana Myung Hee dan pak Hyung Dae? Apakah mereka pergi? Myung Hee kamu ini kebiasaan" gumam Areum yang baru saja memasuki ruang latihan. ** Myung Hee yang sudah ada di lapangan basket hanya bisa melihat ruangan kosong akan beberapa murid yang pergi entah kemana. "Dimana Yon Jun,Ha Joon dan Jae Ra? Apa mereka sudah pergi meninggalkan lapangan Basket? Ini semua karena ulah pak Hyung Dae!" "Awas saja" Myung Hee pergi meninggalkan lapangan basket untuk mencari keberadaan ketiga temannya yang tidak kunjung ia temukan. Akhirnya ia memutuskan pergi ke kantin untuk mencari jae Ra. Myung Hee yang melihat jae Ra duduk dengan Ha Joon saja membuatnya semakin bingung. "Kenapa hanya ada kalian saja? Dimana Yon Jun?" Tanya Myung Hee pada mereka. "Myung Hee-ya,Kamu sudah selesai latihannya?" sahut Jae Ra dengan wajah sumringah. "Sudahlah,dimana Yon Jun? Kenapa hanya kalian berdua saja yang berada disini?" tanya Myung Hee lagi. "Dia ada di UKS,ia mengalami cedera di bagian lengannya. Jadi kemungkinan dia akan istirahat selama beberapa hari" jelas Ha Joon menghentikan makannya kemudian menatap Myung Hee. "Baiklah,aku akan pergi menjenguknya kesana" ujar Myung Hee yang tengah dilanda rasa panik. "Myung Hee-ya! Lebih baik kamu bawakan Yon Jun makanan. Dia tadi tak mau makan" saran Ha Joon. "Baiklah,aku akan bawakan makanan. Terimakasih, sampai jumpa" "Oh ya!berduaan yang ketiga setan. Sampai jumpa" timpal Myung Hee yang menggoda mereka "Yak! Dasar teman laknat!" teriak Ha Joon kesal sedangkan Jae Ra pipinya sudah memerah malu. Myung Hee berlari meninggalkan Ha Joon dan Jae Ra yang sudah mengumpat tidak jelas di batin masing-masing. ** Myung Hee yang sudah sampai langsung masuk dan menyapa Yon Jun yang masih menatap kosong dirinya. "Yon Jun-ah? Apakah kamu sudah makna siang? Aku bawakan makanan dari kantin. Ayo aku bantu kamu makan" tanya Myung Hee dengan tersenyum. 'kenapa kamu datang membawa rasa yang tak bisa kamu balaskan. Jika tak bisa, bisakah kamu buat aku menjauh dari kamu?' batin Yon Jun yang masih menatap Myung Hee sendu. "Yon Jun-ah? Apakah kamu baik-baik saja? Atau aku panggilkan ahli kesehatan?" Khawatir Myung Hee yang melihat keterdiaman Yon Jun. "Tidak perlu,aku baik-baik saja. Apa yang kamu bawakan untukku?" Tanya Yon Jun dengan tersenyum melihat perhatian manis Myung Hee untuknya. "Aku bawakan jus jeruk segar,nasi goreng kimchi dan ttetobokki. Apakah kamu mau aku suapi?" ujar Myung Hee bersemangat sambil memperlihatkan makan-makanan yang ia bawakan untuk Yon Jun. "Jika kamu tidak keberatan" Yon Jun tersenyum manis pada Myung Hee. "Tidak sama sekali, aku bantu kamu duduk" Myung Hee membantu Yon Jun duduk di ranjang UKS. Yon Jun hanya tersenyum dengan sesekali tersenyum manis menatap Myung Hee yang terus sabar merawatnya. "Aaaaa...ayo buka mulutnya" Myung Hee memperlihatkan suapan yang ia siapkan untuk Yon Jun Yon Jun yang terus tersenyum dengan menatap Myung Hee yang sibuk mengemasi makanan yang sudah habis. "Ini minumnya.." tawar Myung Hee sambil menyodorkan minuman. "Terimakasih banyak, m-maafkan aku sudah merepotkan kamu lagi" ucap Yon Jun tersenyum tipis pada Myung Hee. "Ck...aku ingin menyanyangimu mana mungkin aku keberatan jika harus merawat dan membantu mu,kalau aku bisa kenapa tidak?" Ucap Myung Hee dengan tersenyum menggenggam tangan Yon Jun dengan tulusnya. 'salahkah aku mencintainya? Jika kalau dia membuat ku jatuh akan perhatiannya"' batin Yon Jun sambil menatap lekat Myung Hee. "Jadi bagaimana bisa kamu cedera?" tanya Myung Hee memudarkan lamunan Yon Jun. "Biasa tadi ada pemain lawan yang bermain kasar, jadilah aku cedera seperti ini" jawab Yon Jun apa adanya. "Maksudnya kamu itu anak IPS 5 ya?" tanya Myung Hee mengingat kalau lawan main Yon Jun adalah kelas tersebut. "Yah,kamu benar" Yon Jun menganggukkan kepalanya. "Kurang ajar,aku pukul sampai bonyok pada tahu rasa nanti" kesal Myung Hee yang tak terima. "Sabar Myung Hee,aku baik-baik saja. Aku hanya butuh istirahat dan dukungan sampai sembuh" Ujar Yon Jun membalas genggaman tangan Myung Hee. "Hah! Baiklah aku akan selalu mendukungmu. Ayo kamu istirahat lagi" ucap Myung Hee dengan menghela nafas dan membantu Yon Jun berbaring. Bruk... 'dimana dia? Apakah aku terlalu lama meninggalkannya? Aku harus mencarinya' batin Hyung Dae mencari keberadaan Myung Hee di ke kantin. Sampai di kantin aku melihat Jae Ra dan seorang murid lelaki yang tengah sibuk menikmati makanan mereka. "Jae Ra-ya? Apakah kamu melihat Myung Hee?" Tanya Hyung Dae pada Jae Ra. "Tadi Myung Hee memang kesini dan sekarang ia ke UKS" jelas Jae Ra. "UKS? Apakah dia sakit atau terluka?" tanya Hyung Dae yang nampak khawatir. "Tidak pak,yang sedang cedera itu Yon Jun karena tadi di terkena lawan yang bermain kasar" jelas Jae Ra lagi. 'jadi dia pergi ke UKS hanya untuk menemui Yon Jun? Aku yakin mereka memiliki hubungan khusus' batin Hyung Dae yang semakin berspekulasi. "Terimakasih Jae Ra-ya" Hyung Dae tersenyum pada Jae Ra dan Ha Joon kemudian meninggalkan kantin. "Sama sama pak Hyung Dae ujar Jae Ra dengan membungkukkan badan diikuti oleh Ha Joon. Hyung Dae berlari terburu-buru meninggalkan kantin untuk menemui Myung Hee, bayang-bayang Myung Hee dan Yon Jun terus memenuhi pikiran Hyung Dae selama berlari melewati koridor-koridor kelas. Disaat Hyung Dae ingin membuka pintu, ia mendengar suara mereka yang memekik seakan mereka akan terjatuh. Hyung Dae yang mendengarnya seketika langsung membuka pintu untuk mengetahui apa yang terjadi didalam sana. Mereka terjatuh dengan Myung Hee diatas Yon Jun yang masih terbaring dengan melontarkan tatapan lekat. Keduanya yang sama-sama terdiam membuat Hyung Dae merasakan perasaan kesal dan marah. Dengan tangan terkepal Hyung Dae menyeret Myung Hee pergi dari Yon Jun dan membawanya ke ruangan Hyung Dae. "Apa yang kamu lakukan dengan Yon Jun tadi? Tanya Hyung Dae memastikan dengan raut wajah marah. "T-tadi saya....ingin membantu Yon Jun berbaring pak" lirih Myung Hee tertunduk. Seketika wajahku menatapnya lekat dengan tangan terkepal. Ingin sekali aku memberi pelajaran pada Yon Jun tapi ia sadar kalau 'DIRINYA BUKAN SIAPA-SIAPA MYUNG HEE' "Bisakah kamu sedikit menjauh darinya?" pinta Hyung Dae menatap arah lain. "Ta-tapi dia adalah sahabat karibku. Aku menyayanginya dan membutuhkannya" ucap Myung Hee dengan menatap Hyung Dae yang masih berpaling. "Sahabat? Kamu yakin hanya sebatas sahabat?" Tanya Hyung Dae meremehkan dengan menatap Myung Hee tajam. "Apa maksudnya?" tanya Myung Hee sedikit menaikkan nada suaranya. "Siapapun pasti beranggapan bahwa kamu dan Yon Jun adalah sepasang kekasih" jelas Hyung Dae dengan menaikkan nada suaraku. "Jika aku memiliki hubungan khusus atau tidak dengan siapapun itu bukan urusan bapak. Jadi lebih baik jangan urusi urusan saya. Maaf jika saya berkata kasar,saya permisi pak Hyung Dae" ujar Myung Hee lagi dengan wajah sama sama marah dengan Myung Hee yang ingin melangkah pergi. Hyung Dae yang menyadari kalau Myung Hee akan pergi meninggalkan ruangannya,Hyung Dae langsung mencegah Myung Hee dengan menarik pergelangan tangan Myung. Cup... Ciuman yang Hyung Dae lontarkan tiba-tiba padanya dengan melampiaskan marah, kesal dan rindunya pada Myung Hee yang selalu ia rasakan bila bersama maupun tanpa Myung Hee. Hyung Dae membuka matanya sedikit untuk melihat ekspresi Myung Hee masih terkejut dan membulatkan matanya. Beberapa detik Myung Hee ingin melepaskan dengan mendorong d**a Hyung Dae tapi ia eratkan pelukannya. Tangan Hyung Dae satunya menarik tengkuk leher Myung Hee untuk memperdalam ciuman ini. 'maafkan aku,aku hanya ingin kamu menjadi milikku. Tapi sesulit itulah kamu menyadari kalau aku mulai mencintaimu' batin Hyung Dae yang hanyut dalam ciuman ini. Hyung Dae yang menyadari Myung Hee mulai kehabisan nafas dengan tak rela ia lepaskan ciuman ini. "Apa yang bapak lakukan?" tanya Myung Hee lirih yang masih menundukkan kepalanya. "Apakah salah jika aku mencintaimu?" Hyung Dae menarik dagu Myung Hee untuk menatapnya. Sesaat mata mereka saling beradu dengan tatapan mencari jawaban yang mereka inginkan. Dalam hati Hyung Dae,ia ingin sekali menghentikan waktu sebentar untuk menikmati momen ini bersama Myung Hee lebih lama. "Apakah kamu juga merasakan apa yang aku rasakan?" Tanya Hyung Dae menangkup pipinya. Mata Myung He membulat dengan bibir yang sedikit terbuka. Sedangkan di tempat yang berada,Yon Jun tengah duduk terdiam memikirkan sikap aneh Hyung Dae akan kedekatannya dengan Myung Hee dengan dirinya. 'apakah mereka memiliki hubungan? Kenapa pak Hyung Dae kelihatan marah saat aku bersama dengan Myung Hee? Aku harus cari tahu' batin Yon Jun dengan menatap kearah pintu yang masih terbuka lebar akibat Hyung Dae. **** Jika kamu mengizinkannya maka biarkan aku mengenalmu lebih dari sekedar guru dan muridnya. (Kim Hyung Dae) To Be Continue...
Bacaan gratis untuk pengguna baru
Pindai untuk mengunduh app
Facebookexpand_more
  • author-avatar
    Penulis
  • chap_listDaftar Isi
  • likeTAMBAHKAN