Part 2

1032 Kata
Author pov Waktu sudah menunjukkan jam makan siang, suci pun bergegas membereskan pekerjaannya untuk pergi ke mesjid melaksanakan sholat zuhur, dia tak pergi untuk makan siang karena sedang puasa. "Suci tunggu" dari belakang pak Ridwan memanggil suci. "Iya pak ada apa?" jawab suci sopan. "Ini kan sudah jam makan siang, tak perlu memanggil saya seperti itu" dari sejak mengenal suci, Ridwan menyuruh suci untuk memanggilnya abi karena Ridwan sudah menganggap suci anaknya. "Maaf abi, ada apa ?" jawab suci sambil menundukkan kepala. "Abi ingin berbicara sesuatu yg penting, setelah selesai sholat, apa kamu ada waktu sebentar ? Sekaligus kita makan siang" ucap Ridwan. "Saya sedang puasa abi" ucap suci. "Oh maaf, baiklah kalau begitu kita bicara saja disini setelah selesai sholat"  "Baik abi, assalamualaikum" "Waalaikumsalam" Ridwan pergi untuk mengambil wudlu. Selesai sholat, Suci duduk di depan mesjid menunggu Ridwan yg belum kelihatan keluar dari mesjid. "Sudah lama menunggu?" Ridwan pun datang dengan sekretarisnya Andi. "Assalamualaikum, Baru saja abi" ucap Suci menunduk, Andi sudah tau bahwa Ridwan menganggap Suci anaknya, tak heran jika disaat seperti ini dia hanya diam saja mendengarkan perbincangan mereka. "Walaikumsalam, maaf abi lupa mengucapkan salam" "Tak apa abi, apa yg ingin abi bicarakan?" tanya Suci. "Begini, kamu tau kan anak laki laki saya yg sekarang berada di bogor?" tanya Ridwan. "Tau abi" Suci mengangguk, ya dia tau anak laki laki dari Ridwan satu satunya, yg iya tahu bahwa anak itu adalah anak yg nakal, makanya Ridwan mengirimnya ke pesantren, walaupun iya tau bahwa anak itu lebih tua 1 tahun darinya, meski begitu, sekalipun Suci tetap tidak pernah melihat anaknya Ridwan. "Begini Suci, kemarin abi nelfon Azzam, abi bilang kalo akhir minggu ini abi dan umi akan pergi ke bogor jenguk dia sekalian dia juga minta buku buku yg ada di perpustakaan abi sebelum dia balik kesini 2 bulan lagi, dia bilang kalo dia mau mempelajari perusahaan abi karna setelah dia balik kesini bukan abi lagi yg akan mimpin perusahaan tapi dia yg akan mimpin, tapi tadi ada kabar mendadak yg mengharuskan abi ke sumatera buat liatin pabrik percetakan abi yg lagi ada masalah, abi pergi sama umi, lusa abi akan pergi, mungkin sekitar seminggu, abi mau minta tolong sama kamu, apa kamu mau menolong abi ?" ucap Ridwan pada Suci.  "Inshaa Allah kalau Suci bisa, akan Suci tolong abi" ucap Suci. "Abi mau minta tolong kamu ke bogor antarkan buku buku abi untuk anak Azzam" ucap Ridwan memohon. "Tapi pekerjaan Suci gimana abi?" ucap Suci sedikit kaget. "Kamu pergi kesana 2 hari lagi, hari jum'at setelah pulang kantor, nah kamu kan pernah bilang ke abi kalo kamu ingin mengambil cuti dan ingin belajar di pesantren itu? abi ingin kamu disana selama 10 hari, abi akan kasih kamu cuti, kamu ga perlu kawatir sama kerjaan kamu, nanti abi bilang ke Ria" Ridwan menjelaskan. "Tapi kenapa harus sampai 10 hari abi, Suci memang ingin kesana, tapi itu bisa nanti kalau ada libur, bukankah kalau suci hanya mengantar buku saja bisa langsung pulang lagi" tanya Suci. "Iya abi tau, tapi disana akan ada pengajian, kamu ga mau ngikutin, kan kamu ingin kesana dari dulu, nanti setelah urusan abi slesai, abi pasti akan langsung kesana jemput kamu, jadi kamu ga perlu pulang sendiri" ucap Ridwan meyakinkan, Ridwan sangat yakin bahwa Suci pasti akan mau menurutinya, Ridwan melakukan ini sekaligus ingin mendekatkan Suci kepada Azzam. Suci ingin mengatakan sesuatu, tapi Ridwan langsung berkata "Kamu ga perlu kawatir, nanti kamu akan tinggal di rumah kyai abdullah, mereka kan masih saudara sama abi, kalau soal kamu belum pernah melihat Azzam, nanti umi salamah disana akan ngasih tau kamu, abi udah hubungi mereka, abi juga udah beritahu Azzam kalo abi belum bisa datang dan akan ada karyawan abi yg mengantarkan bukunya" Ridwan menjelaskan dan meyakinkan Suci agar Suci mau pergi kesana. "Baiklah abi, Suci akan pergi kesana" tak ada pilihan buat Suci, karna menolak pun takkan bisa kalau Ridwan sudah memohon seperti ini. "Terima kasih Suci, besok lusa, Andi yg akan mengantarmu ke stasiun" ucap Ridwan meyakinkan. "Sama sama abi, baik kalau begitu" ucap Suci pelan, ia hanya tidak enak jika menolak kebaikan Ridwan, meskipun ia sendiri tidak tahu kenapa Ridwan yang menyuruhnya jika hanya untuk mengantarkan buku.  "Yasudah, kamu balik lagi ke kantor, abi mau makan siang dulu, Assalamualaikum" pamit Ridwan. "Walaikumsalam abi" ucap Suci yang melihat kepergian mereka berdua, ia masih tidak yakin dengan permintaan Ridwan yang menurutnya begitu mendadak, padahal selama ini yang dia tahu bahwa Ridwan adalah orang yang tidak mau menyusahkan orang, namun Suci hanya bisa menghela nafas pelan lalu berjalan pergi meninggalkan mesjid. Azzam pov Aku merebahkan tubuhku di kasur tempat tidurku, sungguh melelahkan kegiatan hari ini. Tak tahan mataku pun ingin terpejam, tapi suara dering hp ku membuatku kembali membuka mataku, kulihat dilayar hp abi memanggil, rasanya sedikit malas mengangkatnya, tapi untuk menghormati orangtuaku, aku pun mengangkatnya. "Hallo abi" "Assalamualaikum Zam" "Waalaikumsalam abi, ada apa?" "Begini, Abi cuma mau ngasih tau kalo Abi tidak bisa kesana, Ada masalah dengan percetakan yang di Sumatera, Abi mendadak diminta untuk kesana bersama umi, sepertinya Abi tunda untuk jenguk kamu ke bogor, dan abi udah minta ke pegawai abi buat anterin buku kamu kesana" "Kenapa tidak di pos kan saja bukunya abi, kenapa harus ada yg mengantar, kalau abi tak bisa tak apa" "Abi hanya ingin memastikan kamu baik baik saja sekaligus bukunya sampai dengan cepat, lagian pegawai abi mau mondok juga disitu sekitar 10 hari, jadi abi izinkan dia mengambil cuti" "Yah, baiklah kalau begitu" "Maafkan abi, dan abi minta kamu baik baik disana selama pegawai abi disana" "Insha Allah abi" "Yasudah, Assalamualaikum" "Waalaikumsalam abi" Sudah hilang kantuk ku setelah abi telfon, besok akan datang pegawainya yg akan mengantarkan  buku itu, mengapa mendadak sekali abi harus pergi bersama umi dan mengapa juga harus pegawainya yang mengantar, tidak bisakah menunggu sampai abi pulang lalu datang kesini mengantarkan bukunya,  aku juga harus menjaganya selama 10 hari disini sampai abi menjemputnya, ahh kenapa manja sekali pegawainya itu, aku pun tak habis fikir kenapa harus pegawainya, padahal begitu banyak sekretaris abi bahkan orang orang yang aku kenal yang bekerja dengan abi. Ah sudahlah, lebih baik aku turutin saja kemauan abi daripada nanti aku diomelin terus, sebaiknya aku mandi karna sebentar pagi waktu magrib.
Bacaan gratis untuk pengguna baru
Pindai untuk mengunduh app
Facebookexpand_more
  • author-avatar
    Penulis
  • chap_listDaftar Isi
  • likeTAMBAHKAN