"Jadi, sekarang gimana?" tanya Rajendra pada Dimas yang malah sibuk memainkan ponselnya. "Ya, gitu." Pria itu mengangkat bahunya. "Dijodohin enak gak sih, Ndra? Gue kayak males aja diomelin. Ini gak boleh, itu nggak boleh. Ruang gerak gue terbatas." Rajendra menghela napasnya. Sebenarnya, yang ia inginkan malah seperti itu. Di mana istrinya begitu perhatian kepadanya. Menanyakan ke mana ia akan pergi, memintanya tidak pulang terlalu larut atau sesekali mengecek ponselnya. Tetapi, hal itu tidak bisa ia rasakan. Dengan Diandra yang masih berada di sampingnya sampai saat ini pun masih menjadi suatu keberuntungan baginya. "Heh! Malah bengong, lo! Gimana?" Dimas menepuk bahu Rajendra yang membuatnya terperanjat. "Dijodohin? Ya, lo coba aja temuin orangnya. Coba jangan kabur-kaburan dulu, D

