"Mau berangkat bereng, Di?" tanya Rajendra yang sudah siap dengan setelan kerjanya. Diandra yang masih menikmati sarapannya itu pun hanya menggeleng. "Tapi, kamu yakin bisa nyetir sendiri?" "Rajendra, bisa nggak sih lo biasa aja? Lebay banget, sih. Ngomel mulu kerjaan lo dari kemaren!" Wanita itu menjatuhkan garpunya dengan cukup keras sebelum berlalu menuju kamarnya. "Bikin selera makan gue ilang aja!" gerutunya. Rajendra hanya menggeleng dan merapikan pakaiannya sebelum benar-benar pergi. "Bapak yang sabar, ya. Ibu hamil memang lebih sensitif." Ia mengangguki apa yang sang asisten rumah tangganya katakan. Sementara itu, Diandra memilih merebahkan tubuhnya demi meredam amarahnya yang memuncak. Memang, Rajendra sering kali membuatnya kesal. Apa memang pria itu tidak pernah mengert

